Mengenal Shiitake, Jamur yang Berasal dari Asia Timur

  • 17 Okt 2024 12:34 WIB
  •  Manado

KBRN,Manado: Jamur shiitake (Lentinus edodes) adalah jamur yang banyak dibudidayakan dan dikonsumsi di seluruh dunia. Jamur ini memiliki tudung berwarna coklat tua dengan tekstur yang kenyal dan rasa yang gurih.

Jamur shiitake berasal dari Asia Timur, dan telah dibudidayakan di Jepang dan Tiongkok selama berabad-abad. Kata shiitake berasal dari bahasa Jepang, shii berarti jamur atau pohon kayu keras tempat jamur tumbuh.

Melansir dari laman MasterClass, shiitake merupakan jenis jamur yang paling banyak dibudidayakan ketiga di dunia setelah jamur kancing putih dan jamur tiram. Jamur shiitake umumnya dibudidayakan dengan ditanam di kayu yang telah mati atau membusuk. Proses budi daya shiitake membutuhkan waktu cukup lama untuk menghasilkan jamur dengan kualitas tinggi.

Namun, terdapat teknik alternatif budi daya jamur shiitake yaitu menggunakan produk limbah seperti tongkol jagung dan kulit biji bunga matahari sebagai media tanam. Jamur shiitake memiliki topi atau tudung dan batang berwarna coklat, bentuknya cembung seperti payung dengan insang berwarna putih pudar. Diameter tudung jamur shiitake dapat berkisar antara kurang dari tiga sentimeter hingga 25 sentimeter.

Saat ini, jamur shiitake dibudidayakan secara luas di seluruh dunia, dan dapat ditemukan di sebagian besar supermarket. Jamur ini dapat digunakan dalam berbagai masakan, termasuk tumisan, sup, dan semur.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....