Amankah Memakai Sabun Batangan Bergiliran Dengan Orang Lain?

  • 28 Sep 2024 16:42 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Sabun batang adalah produk pembersih yang umum digunakan untuk membersihkan tangan dan tubuh. Kandungan bahan kimia dalam sabun, seperti deterjen dan antiseptik, umumnya dianggap aman untuk digunakan. Namun, apakah berbagi sabun batang dengan orang lain dapat menyebabkan penularan penyakit?

Penelitian global menemukan bahaya pada penggunaan sabun batangan secara bergantian. Seperti studi di Indian Journal of Dental Research pada Juni 2006 yang mengungkapkan sabun batangan mengandung dua sampai lima jenis kuman berbeda. Selain itu, studi American Journal of Infection Control pada Juli 2015 juga menemukan sekitar 62 persen sabun batangan terkontaminasi, sedangkan sabun cair hanya sekitar tiga persen.

Melansir dari laman LiveStrong, seorang profesor kesehatan masyarakat dan ilmu lingkungan di The University of Arizona Kelly Reynolds mengungkapkan pelbagai jenis kuman di sabun dapat mencakup bakteri E coli, salmonella dan shigella, serta virus seperti norovirus dan rotavirus serta staph. Menurut dia, bakteri yang bersembunyi di sabun batangan berpotensi menyebar dari orang ke orang jika kita memilih untuk memakainya bersama-sama. Itu yang kemudian membuat mencuci tangan dengan sabun cair menjadi opsi paling aman daripada menggunakan sabun batangan di toilet umum. “Kami tidak pernah menemukan bakteri di dalamnya (sabun cair),” kata Reynolds.

Namun, beda halnya jika Anda berbagi sabun batangan di rumah dengan keluarga. Salah satu cara mengurangi risiko menyebarkan kuman dan bakteri kepada anggota keluarga lewat sabun batangan, adalah dengan membilas sabun setelah dipakai. “Bakteri suka menempel pada gelembung sabun,” beber Reynolds.

Kemudian, pastikan menyimpan sabun di tempat yang mudah membuatnya kering. Sebab, bakteri berkembang biak di lingkungan yang lembap. Sehingga, sabun batangan yang basah memberikan kesempatan bagi kuman berkembang biak. “Saat sabun mengering, jumlah bakteri menurun, yang menurunkan risiko transfer bakteri apa pun,” ujar Reynolds sembari menyarankan penggunaan sabun cair jika khawatir terjadi penularan kuman lewat penggunaan sabun batangan bergilir.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....