Komdigi Perkuat Internet, Masyarakat Miangas Makin Terhubung
- 21 Sep 2026 16:30 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Miangas - Di beranda utara Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pulau Miangas tidak hanya menjadi penanda wilayah terluar Indonesia, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital RI (Komdigi) menghadirkan akses komunikasi dan informasi yang semakin merata.
Pulau yang berada di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, ini perlahan merasakan manfaat konektivitas digital melalui jaringan internet yang semakin stabil. Bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan dan layanan publik, keberadaan jaringan komunikasi bukan sekadar fasilitas teknologi, tetapi menjadi kebutuhan yang mendukung aktivitas sehari-hari.
Masyarakat Pulau Miangas, Alfrets Lalala, mengatakan konektivitas internet memberikan manfaat yang cukup besar bagi masyarakat di wilayah terluar Indonesia. Menurutnya, akses internet membantu masyarakat memperoleh informasi sekaligus membuka peluang dalam berbagai bidang.

"Bagi kami masyarakat yang tinggal di pulau terluar, arti jaringan komunikasi dan internet ini sangat penting karena sangat membantu masyarakat, baik itu untuk pendidikan, lapangan pekerjaan, dan juga komunikasi dengan keluarga," ujar Alfrets.
Menurut Alfrets, keberadaan jaringan internet juga membuat masyarakat di Pulau Miangas memiliki akses yang lebih luas terhadap berbagai informasi. Kondisi tersebut menjadi penting karena jarak geografis dengan wilayah lain selama ini menjadi salah satu tantangan masyarakat di daerah perbatasan dan terluar.
Selain internet, masyarakat Pulau Miangas juga memperoleh informasi melalui siaran radio, termasuk Radio Republik Indonesia atau RRI yang menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok dan perbatasan. Kehadiran media komunikasi tersebut menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan informasi masyarakat di wilayah terluar.
Camat Miangas, Olita Papalapu, mengatakan jaringan internet saat ini telah menjangkau seluruh wilayah Pulau Miangas. Kondisi tersebut memberikan perubahan bagi masyarakat yang sebelumnya menghadapi keterbatasan dalam mengakses jaringan komunikasi.
"Ketika kunjungan Bapak Presiden Prabowo ke Miangas, permintaan kami dengan cepat direspons dengan adanya jaringan internet yang baik. Karena di Pulau Miangas hanya satu desa dan satu kecamatan, internet itu sudah merata dengan adanya jaringan 4G," kata Olita.
Meski konektivitas di Pulau Miangas terus diperkuat, pemerintah masih menghadapi tantangan dalam menjaga keberlangsungan jaringan telekomunikasi di wilayah kepulauan Sulawesi Utara. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah keandalan backbone atau jaringan tulang punggung telekomunikasi.
Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio dan Infrastruktur Digital Kelas I Manado, Manuelson Jaka Jusuf, mengatakan sebagian besar infrastruktur digital di Sulawesi Utara masih bergantung pada backbone Sistem Komunikasi Kabel Laut atau SKKL. Kondisi geografis dan posisi wilayah kepulauan membuat pemeliharaan jaringan tersebut membutuhkan penanganan khusus.
"Permasalahan terbesar dari Sulawesi Utara adalah backbone. Semua infrastruktur digital saat ini, terkait base station maupun fiber optic, masih mengandalkan backbone Sistem Komunikasi Kabel Laut atau SKKL," ujar Manuelson.
Ia menjelaskan, proses pemeliharaan jaringan di wilayah tersebut dapat berdampak terhadap layanan telekomunikasi di sejumlah daerah kepulauan. Saat terjadi gangguan, tiga kabupaten kepulauan, yakni Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud, menjadi wilayah yang turut terdampak.
Untuk memastikan layanan dasar masyarakat tetap berjalan, Balmon Manado melakukan langkah mitigasi ketika terjadi gangguan jaringan. Upaya tersebut dilakukan agar layanan telekomunikasi dasar, termasuk telepon dan pesan singkat atau SMS, tetap dapat digunakan masyarakat.
"Kami melakukan langkah-langkah sehingga hak telekomunikasi dasar masyarakat tetap terjaga, seperti fungsi teleponi dasar dan SMS. Balmon Manado juga memastikan lokasi-lokasi penting tidak kehilangan sinyal, seperti pelabuhan, bandar udara, rumah sakit, dan sekolah," jelas Manuelson.
Di sisi lain, pemerintah terus mendorong pembangunan infrastruktur digital sebagai bagian dari upaya pemerataan konektivitas di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Penguatan konektivitas tidak hanya diarahkan pada ketersediaan jaringan, tetapi juga memastikan masyarakat dapat memperoleh layanan telekomunikasi yang layak dan berkelanjutan.
Direktur Pengendalian Infrastruktur Digital, Indra Maulana, mengatakan pembangunan jaringan telekomunikasi membutuhkan infrastruktur yang berlapis, mulai dari jaringan tulang punggung hingga jaringan akses yang menghubungkan masyarakat dengan layanan telekomunikasi.
"Jaringan telekomunikasi ada tulang punggung dulu, baru jaringan akses. Tulang punggung itu adalah fiber optic. Kalau fiber optic belum bisa terpenuhi, maka kita bisa menggunakan jaringan microwave link atau satelit," kata Indra.
Menurut Indra, untuk Pulau Miangas, kebutuhan konektivitas saat ini telah didukung oleh jaringan satelit. Namun, pemerintah masih menghadapi pekerjaan besar dalam memperkuat jaringan akses, termasuk pembangunan dan penguatan Base Transceiver Station atau BTS.
"Saat ini yang sudah bisa terpenuhi di Miangas adalah menggunakan satelit. Berikutnya, pekerjaan rumah terbesar adalah BTS karena BTS itu penghubung masyarakat dengan perangkat telekomunikasi," ujarnya.
Pemerintah menargetkan pembangunan konektivitas digital dapat terus diperluas hingga menjangkau masyarakat di wilayah terluar Indonesia. Bagi masyarakat Pulau Miangas, jaringan internet yang stabil bukan hanya menghadirkan kemudahan berkomunikasi, tetapi juga membuka akses terhadap pendidikan, pekerjaan, informasi, dan hubungan dengan keluarga di luar pulau.
Di tengah posisi geografisnya yang berada di beranda utara Indonesia, konektivitas digital menjadi salah satu wujud kehadiran negara. Tantangan infrastruktur masih ada, namun penguatan jaringan di Pulau Miangas menunjukkan bahwa akses komunikasi semakin dipandang sebagai kebutuhan dasar masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terluar NKRI.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....