Matangkan Deklarasi, Forpelita Sulut Jadi Momentum Perkuat Kerukunan
- 09 Sep 2026 18:40 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Forum Persaudaraan Lintas Agama (Forpelita) Sulawesi Utara mematangkan persiapan deklarasi sebagai wadah untuk memperkuat persaudaraan, kerukunan dan kebersamaan lintas agama di daerah. Pemantapan tersebut dibahas dalam rapat pengurus Forpelita Sulawesi Utara yang berlangsung di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Utara pada Rabu, 9 September 2026.
Rapat dihadiri jajaran pengurus serta tokoh-tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forpelita Sulut. Pertemuan dipimpin Sekretaris Forpelita Sulawesi Utara, Usran Mantow. Pembahasan difokuskan pada penyempurnaan struktur kepengurusan sekaligus pemantapan agenda deklarasi Forpelita Sulut.
Berdasarkan hasil rapat, deklarasi Forpelita Sulawesi Utara direncanakan berlangsung Sabtu, 26 September 2026, pukul 17.00 WITA di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Kota Manado. Sekretaris Forpelita Sulut, Usran Mantow, mengatakan deklarasi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mempertegas komitmen tokoh-tokoh lintas agama dalam menjaga persaudaraan dan kerukunan di Sulawesi Utara.
“Forpelita hadir dengan semangat persaudaraan, kebersamaan dan penghormatan terhadap keberagaman. Deklarasi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam merawat kerukunan serta membangun komunikasi dan kerja sama lintas agama di Sulawesi Utara,” ujar Usran.
Menurut Usran, keberagaman agama merupakan kekayaan sosial yang perlu terus dirawat melalui komunikasi, dialog dan kerja sama yang konstruktif. Ia berharap Forpelita dapat menjadi ruang bersama bagi tokoh-tokoh lintas agama untuk memperkuat persaudaraan sekaligus memberikan kontribusi terhadap terciptanya kehidupan masyarakat yang damai, harmonis dan toleran.
“Yang kita bangun bukan hanya sebuah struktur organisasi, tetapi sebuah gerakan persaudaraan. Perbedaan agama tidak boleh menjadi penghalang untuk bekerja bersama bagi kebaikan masyarakat, bangsa dan daerah,” katanya.
Dalam rancangan struktur kepengurusan Forpelita Sulawesi Utara, unsur Forkopimda Sulawesi Utara direncanakan menjadi pelindung. Sementara Roycke Harry Langie dan Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Utara, Ulyas Taha, ditetapkan sebagai pembina. Hasil pembahasan dan penyempurnaan struktur organisasi selanjutnya akan disampaikan kepada Pembina Forpelita Sulawesi Utara untuk mendapatkan arahan dan tindak lanjut.
Forpelita Sulut diharapkan menjadi wadah yang semakin kuat dalam mempertemukan berbagai elemen keagamaan, membangun komunikasi lintas iman serta memperkokoh modal sosial kerukunan yang selama ini menjadi salah satu kekuatan Sulawesi Utara. Deklarasi yang direncanakan berlangsung di Taman Kesatuan Bangsa Manado tersebut diharapkan menjadi titik awal penguatan gerakan persaudaraan lintas agama secara lebih terorganisasi, inklusif dan berkelanjutan di Sulawesi Utara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....