Duta Bahasa Sulut Kenalkan SILAKATA, Perkuat Literasi Berbasis Potensi Lokal
- 27 Agt 2026 15:16 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Duta Bahasa Sulawesi Utara, Bonny Miracle Mewengkang dan Ade Setyaningrum Sutrisno, terus mendorong penguatan gerakan literasi melalui pemanfaatan bahan bacaan yang mengangkat potensi lokal. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Diseminasi dan Diskusi Tindak Lanjut Buku Saku SILAKATA, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang diikuti Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Sulawesi Utara dan komunitas literasi tersebut dikemas dalam bentuk pengenalan serta diskusi interaktif. Peserta diperkenalkan dengan SILAKATA yang merupakan singkatan dari Silakan, Bahasa, dan Cerita.
Dalam kegiatan tersebut, Duta Bahasa Sulawesi Utara memaparkan latar belakang, konsep dan tujuan pengembangan SILAKATA sebagai bahan bacaan yang mengintegrasikan literasi, bahasa dan pengetahuan mengenai ikan Raja Laut (Coelacanth). Materi tersebut mendapat respons positif dari peserta yang menilai konsep buku dapat dikembangkan untuk mendukung kegiatan literasi di berbagai lingkungan.
Relawan Literasi Masyarakat Minahasa Utara, Ika Silvi Verawati, mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam menggerakkan kegiatan literasi. Menurutnya, kepedulian pemuda terhadap literasi menjadi modal penting untuk memperluas gerakan membaca di tengah masyarakat.
“Untuk mau menjadi bagian penggerak dari literasi itu tidak mudah, tapi di sini ada pemuda-pemuda yang peduli dengan literasi. Ini suatu hal yang mengagumkan dan saya sangat mendukung kegiatan seperti ini,” ujar Ika.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap konsep SILAKATA yang memisahkan buku saku dengan buku cerita untuk kegiatan membaca nyaring. Menurutnya, pemisahan tersebut memberikan pilihan pemanfaatan bahan bacaan sesuai kebutuhan kegiatan literasi.
Sementara itu, Ade Setyaningrum Sutrisno menjelaskan SILAKATA dapat dimanfaatkan dalam berbagai ekosistem pendidikan. Buku tersebut dapat menjadi bahan bacaan tambahan di sekolah, digunakan dalam kegiatan membaca nyaring di TBM maupun dikembangkan sebagai sumber bacaan digital di perpustakaan.
“Kalau di sekolah buku ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan bacaan tambahan di luar buku teks yang menjadi sumber utama sekolah. Di lingkungan perpustakaan, buku ini juga bisa masuk sebagai salah satu sumber digital perpustakaan,” jelas Ade.
Menurut Ade, teknik pemanfaatan SILAKATA dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing mitra. Dengan demikian, buku tersebut tidak hanya digunakan sebagai bahan bacaan, tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran dan pengembangan aktivitas literasi yang lebih kreatif.
Duta Bahasa Sulawesi Utara berharap SILAKATA dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan budaya literasi sekaligus memperkenalkan pengetahuan mengenai kekayaan hayati Indonesia kepada masyarakat. Pengembangan bahan bacaan berbasis potensi lokal dinilai dapat membuat kegiatan literasi semakin kontekstual dan dekat dengan kehidupan pembaca.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....