Bulog Sulutgo Perkuat Stok Beras Hadapi Kemarau El Nino

  • 13 Agt 2026 11:13 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado: Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo) menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi dampak kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino. Salah satu langkah utama yang dilakukan yakni memperkuat stok pangan, khususnya beras.

Kepala Perum Bulog Divre Sulutgo Ermin Tora mengatakan, saat ini Bulog menguasai stok beras sekitar 13 ribu ton. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah, baik melalui penyebaran stok antarwilayah Bulog maupun penyerapan beras produksi lokal.

Menurut Ermin, Bulog juga tengah menyiapkan tambahan stok sebanyak 33 ribu ton yang saat ini dalam proses pengiriman. Dengan tambahan tersebut, total stok beras Bulog Sulutgo diproyeksikan mencapai sekitar 45 hingga 46 ribu ton.

"Kita berharap dengan ada tambahan 33 ribu ton itu stok kita akan sekitar 45-46 ribu ton. Kalau itu sudah, berarti kita nanti akan mampu bertahan sampai akhir tahun," kata Ermin.

Ermin menjelaskan, penguatan stok tersebut dilakukan untuk memastikan pemerintah memiliki cadangan pangan yang memadai dalam menghadapi potensi dampak kemarau. Stok beras nantinya dapat digunakan untuk mendukung stabilisasi harga sekaligus memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Selain memperkuat stok, Bulog Sulutgo juga mengoptimalkan penyaluran beras ke pasar dan masyarakat. Salah satu strategi yang dilakukan yakni melalui penyaluran beras SPAP untuk menjaga stabilitas harga, terutama di pasar-pasar rakyat yang menjadi salah satu lokasi utama masyarakat membeli beras.

Penyaluran beras SPAP, kata Ermin, terus ditingkatkan. Bahkan sejak Juni hingga Juli 2026, Bulog mencatat tren penyaluran yang mulai meningkat. Kondisi tersebut membuat ketersediaan beras SPAP di sejumlah pasar rakyat semakin terjaga.

"Di pasar-pasar rakyat itu ketersediaan beras SPAP sudah cukup banyak. Bahkan kita melihat untuk kelas medium, beras yang paling banyak di pasar itu adalah beras SPAP," ungkapnya.

Lanjutnya, kontinuitas pasokan akan terus dijaga agar masyarakat mudah mendapatkan beras SPAP. Ketersediaan beras tersebut juga diharapkan mampu membantu menjaga harga tetap terjangkau di tengah ancaman kemarau.

Ermin menyebut, harga beras SPAP di sejumlah pasar rakyat di Manado dan wilayah lainnya masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Jika HET ditetapkan sebesar Rp62.500 per lima kilogram, pedagang bahkan menjualnya sekitar Rp60.000 per lima kilogram.

Diapun menambahkan, harga yang berada di bawah HET tersebut menunjukkan ketersediaan beras SPAP di pasar cukup terjaga. Bulog pun memastikan distribusi akan terus dilakukan sehingga stok dan harga beras tetap stabil selama menghadapi periode kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....