PLN UID Suluttenggo Dorong Electrifying Agriculture, Budidaya Spirulina

  • 16 Jul 2026 08:22 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Minut - PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan pengembangan budidaya, pengolahan spirulina, dan pemasaran produk di Desa Tarabitan, Kabupaten Minahasa Utara.

Program tersebut mengintegrasikan potensi lokal dengan konsep Electrifying Agriculture untuk mendukung ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas usaha masyarakat, sekaligus memperluas peluang ekonomi berbasis energi listrik yang berkelanjutan.

General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, mengatakan program TJSL PLN kini berorientasi pada pemberdayaan masyarakat melalui konsep Creating Shared Value (CSV), yakni menghadirkan manfaat bersama antara perusahaan dan masyarakat.

"Budidaya spirulina ini merupakan salah satu contoh inovasi pangan lokal yang sangat potensial. Melalui program Electrifying Agriculture, PLN hadir memastikan keandalan pasokan listrik guna mendukung infrastruktur budidaya. Kami ingin teknologi kelistrikan ini benar-benar memberikan nilai tambah yang signifikan bagi produktivitas dan pendapatan masyarakat Desa Tarabitan," ujar Usman.

Menurutnya, program tersebut juga sejalan dengan komitmen PLN dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui penyediaan energi yang bersih, inklusif, dan mampu memberikan dampak langsung terhadap penguatan ekonomi masyarakat.

Pelatihan yang diberikan meliputi teknik budidaya mikroalga spirulina, pengolahan hasil panen menjadi produk siap konsumsi, hingga strategi pemasaran digital. Materi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas akses pasar bagi kelompok usaha masyarakat.

Ketua Forum IKM-UMKM Kota Manado, Santje Pontoh, yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut menilai spirulina memiliki prospek ekonomi yang sangat menjanjikan apabila dikelola secara profesional.

"Spirulina merupakan salah satu komoditas superfood dengan nilai ekonomi tinggi dan kaya manfaat kesehatan. Melalui pelatihan ini, masyarakat tidak hanya belajar teknik budidaya, tetapi juga memahami pentingnya standardisasi produk, pengemasan yang menarik, hingga strategi pemasaran yang efektif agar memiliki daya saing tinggi," katanya.

Sementara itu, Manager PLN UP3 Manado, Revi Aldrian, menegaskan pendampingan kepada kelompok usaha akan terus dilakukan agar manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.

"Kami tidak ingin program ini berhenti pada pelatihan saja. PLN berkomitmen mendampingi kelompok hingga benar-benar mandiri secara ekonomi. Pemanfaatan energi listrik secara produktif diharapkan menjadi pemantik lahirnya ekosistem usaha baru yang berkelanjutan," ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Kelompok Spirulina Farm Desa Tarabitan. Menurutnya, dukungan teknologi, pelatihan, dan pendampingan dari PLN memberikan optimisme baru bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha budidaya spirulina secara lebih profesional.

Melalui kolaborasi antara PLN, akademisi, praktisi, dan masyarakat, program pengembangan spirulina di Desa Tarabitan diharapkan menjadi percontohan (pilot project) pengembangan pangan lokal berbasis energi bersih di Sulawesi Utara sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....