Revitalisasi SD Negeri Ampreng Dimulai

  • 09 Jul 2026 09:46 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Minahasa – SD Negeri Ampreng, Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa, menerima bantuan revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 senilai Rp2.797.018.432 yang bersumber dari APBN. Bantuan tersebut dialokasikan untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan guna mendukung layanan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

Kepala SD Negeri Ampreng, Sasmi Lumentah, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas dukungan anggaran tersebut.

“Program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 ini bertujuan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan guna mendukung layanan pendidikan yang aman dan nyaman bagi para anak didik,” ujar Sasmi kepada RRI Manado.

Didampingi Bendahara Proyek, Grace Hana Taugan, Sasmi menjelaskan, bantuan revitalisasi itu akan dikerjakan selama 150 hari kalender, terhitung sejak 1 Juli hingga 30 November 2026.

Lingkup pekerjaan revitalisasi meliputi pembangunan baru ruang kelas 3, ruang kelas 5, ruang kelas 6, toilet, dan ruang perpustakaan. Sementara pekerjaan rehabilitasi mencakup ruang kelas 1, ruang kelas 2, ruang kelas 4, ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang UKS, serta ruang laboratorium komputer.

Selain itu, proyek juga mencakup penataan lingkungan sekolah berupa pembangunan pagar, pemasangan paving block, dan drainase.

Sasmi menambahkan, pelaksanaan proyek melibatkan tenaga kerja lokal serta tenaga profesional asal Langowan untuk memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga.

Seiring dimulainya revitalisasi, kegiatan belajar mengajar tahun ajaran 2026/2027 untuk sementara akan dipindahkan ke Balai Desa Ampreng. Langkah itu dilakukan setelah pihak sekolah berkoordinasi dengan pemerintah desa.

“Kami sudah berkonsultasi dengan Ibu Hukum Tua agar balai desa dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar memasuki tahun ajaran baru,” kata Sasmi.

Menurut dia, sistem pembelajaran selama masa revitalisasi akan diatur secara bergantian. Siswa kelas 1 hingga kelas 3 direncanakan mengikuti kegiatan belajar pada pagi hari, sedangkan siswa kelas 4 hingga kelas 6 belajar pada siang hari. Opsi lain yang disiapkan adalah sistem pergantian belajar setiap satu hingga dua pekan.

Sasmi berharap revitalisasi sekolah ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat sekitar. Ia menilai program tersebut akan membawa manfaat besar, baik bagi kenyamanan siswa dalam belajar maupun bagi peningkatan kualitas pendidikan di desa.

“Ketika gedung sekolah ini sudah bagus, anak-anak akan belajar lebih nyaman, dan guru-guru pun dapat menikmati fasilitas yang lebih baik,” ujarnya.

(Jeff Assa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....