Umat Buddha Manado Khusyuk Rayakan Waisak 2570 BE, Membawa Pesan Perdamaian

  • 31 Mei 2026 13:43 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE di Vihara Dhammadipa Manado berlangsung khusyuk dan penuh khidmat pada Minggu, 31 Mei 2026. Selain dihadiri ratusan umat, momen suci ini diwarnai dengan rangkaian ritual sakral serta pesan mendalam tentang perdamaian dunia.

Suasana ibadah berjalan syahdu saat pejabat pemerintah yang hadir bersama pemuka agama menyalakan lilin pancawarna sebagai simbol penerangan batin. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan ritual percikan air suci (tirta) oleh Bhante kepada umat sebagai simbol pembersihan diri dan keberkahan.

Biksu Suddhasilo, rohaniawan asal Sumatera Utara yang memberikan ceramah, menekankan bahwa esensi Waisak tahun ini adalah menjaga kedamaian universal yang dimulai dari pengendalian diri masing-masing.

"Apabila seluruh masyarakat menjaga diri masing-masing dan tidak melakukan pelanggaran, maka masyarakat itu akan menjadi baik dan otomatis damai," ujar Bhante Suddhasilo.

Soroti Indahnya Toleransi di Manado

Dalam kesempatan tersebut, Bhante Suddhasilo juga memberikan pujian tinggi terhadap kehidupan beragama di Kota Manado. Ia terkesan melihat bagaimana toleransi antarumat beragama di kota ini berjalan sangat alami.

"Secara pribadi, saya lihat umat Buddha di Manado cukup kompak. Ketika ada perayaan Waisak, banyak umat juga datang saling membantu dan bekerja sama," katanya.

Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai kemanusiaan di atas perbedaan keyakinan yang ada.

"Banyak di antara kita yang terlalu mencari berketuhanan sehingga lupa akan berkemanusiaan. Kita semua manusia yang hidup di bumi ini, maka harus menjunjung tinggi perilaku berkemanusiaan," ujarnya menambahkan.

Tradisi Pindapata hingga Bakti Sosial

Sementara itu, Ketua Panitia Waisak, Budy Lambey, menjelaskan bahwa sebelum ritual puncak hari ini dilaksanakan, umat telah menjalani tradisi Pindapata selama satu bulan penuh. Dalam tradisi kuno tersebut, para biksu berjalan kaki di pagi hari untuk menerima dana makanan dari masyarakat umum sebagai bentuk latihan spiritual.

Selain itu, rangkaian menyambut Waisak juga diisi dengan aksi nyata seperti donor darah, pembagian sembako di Manado Tua, serta aksi lingkungan berupa pelepasan ikan (fangshen) dan cairan bio-enzyme di sungai belakang kelenteng.

"Semoga dengan perayaan Waisak ini, di tengah kondisi kita yang seperti sekarang, bisa membawa damai dan membawa kesejahteraan bagi semuanya," kata Budy.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Rangkaian kegiatan perayaan Waisak 2570 BE di Kota Manado ini nantinya akan mencapai puncaknya pada bulan depan, melalui gelaran Waisak Bersama oleh Permabudi dan Walubi di Manado Town Square (Mantos) pada 13 Juni 2026 mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....