Distribusi MBG di Kawangkoan Utara Jangkau 2.592 Siswa, Libatkan Puluhan Relawan
- 26 Apr 2026 18:01 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Minahasa — Mitra Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talikuran, Kecamatan Kawangkoan Utara, Kabupaten Minahasa, terus mengintensifkan pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada ribuan pelajar.
Koordinator Mitra Dapur SPPG Talikuran, Rio Rimba Simbar, mengatakan saat ini pihaknya menyalurkan MBG kepada 2.592 siswa penerima manfaat yang tersebar di Desa Kiawa Raya dan Kelurahan Talikuran Raya, Sabtu (23/4/2026).
Menurut Simbar, kelancaran proses pengolahan hingga distribusi makanan bergizi tersebut didukung oleh 43 relawan tenaga lokal serta dua unit kendaraan operasional.
“Seluruh proses berjalan lancar berkat dukungan relawan dan sarana operasional yang memadai,” ujarnya.
Dalam pemenuhan kebutuhan bahan baku, dapur SPPG Talikuran juga memberdayakan petani lokal serta pelaku UMKM. Berbagai komoditas pangan seperti beras, telur, daging ayam, sayur, dan buah-buahan disuplai secara rutin dengan mengacu pada standar harga pasar.
Untuk menu makanan, Simbar menjelaskan bahwa setiap hari disusun secara bervariasi dengan memperhatikan keseimbangan gizi, baik protein hewani maupun nabati. Selain itu, penerima manfaat juga mendapatkan tambahan susu setiap satu bulan sekali.
“Komposisi gizi disesuaikan dengan angka kecukupan gizi berdasarkan petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional, dengan porsi berbeda sesuai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa saat ini dapur SPPG Talikuran belum menjangkau kelompok penerima manfaat kategori B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Ke depan, program tersebut direncanakan akan diperluas untuk menjangkau sekitar 400 keluarga penerima manfaat (KPM), meski masih difokuskan di tingkat kelurahan.
Di sisi lain, Simbar menegaskan bahwa standar higienitas dapur telah memenuhi prosedur operasional baku (SOP). Seluruh relawan diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD), serta fasilitas dapur telah dilengkapi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
“Seluruh standar kebersihan dan keamanan pangan telah mengikuti ketentuan yang ditetapkan,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....