Gempa M 7,6 Guncang Sulut, Aktivitas di Tombariri Berangsur Normal
- 02 Apr 2026 17:51 WIB
- Manado
Poin Utama
- Gempa magnitudo 7,6 sempat memicu kepanikan warga di kawasan pesisir Kecamatan Tombariri, Minahasa.
- Setelah kondisi air laut dipastikan aman, masyarakat di pasar, terminal, dan wilayah pantai kembali beraktivitas normal.
- Pemerintah kecamatan bersama Polsek Tombariri mengimbau warga pesisir tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.
RRI.CO.ID, Minahasa - Warga di Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, sempat mengalami kepanikan saat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang Sulawesi Utara pada Rabu pagi, 2 April 2026, pukul 06.48 WITA. Namun, situasi berangsur kondusif setelah masyarakat memastikan kondisi air laut tetap aman.
Camat Tombariri, Yelly Soput, mengatakan kepanikan terutama terjadi di wilayah pesisir, termasuk kawasan pasar dan Terminal Tanawangko. Meski demikian, warga kini telah kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.
“Untuk di Kecamatan Tombariri memang masyarakat sempat panik, tetapi ketika melihat air laut masih aman, masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa. Apalagi warga yang berada di pinggiran pantai, kompleks pasar, dan Terminal Tanawangko sempat panik tadi,” ujar Yelly.
Ia memastikan, tidak ada kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa di wilayah Kecamatan Tombariri.
Meski kondisi sudah kembali normal, pemerintah kecamatan bersama aparat kepolisian tetap mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.
“Kami bekerja sama dengan Polsek Tombariri memberi imbauan agar masyarakat tetap waspada dan siaga, terutama yang berada di pinggiran pantai seperti Desa Poopoh, Teling, Pinasungkulan, Mokupa, Tambala, Borgo, dan Tanawangko,” tambahnya.
Imbauan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan maupun potensi gangguan di wilayah pesisir, meski hingga saat ini kondisi laut terpantau aman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....