Tekan Beban TPA, Tomohon Kejar Pengurangan Sampah hingga 30 Persen
- 26 Feb 2026 13:15 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Pemerintah Kota Tomohon terus memperkuat upaya pengurangan sampah sebagai bagian dari strategi menekan beban tempat pembuangan akhir (TPA). Langkah ini dilakukan melalui pendekatan pengelolaan sejak tingkat rumah tangga hingga pengembangan inovasi berbasis masyarakat.
Target pengurangan sampah sebesar 30 persen menjadi fokus pemerintah daerah, sejalan dengan kebijakan strategis pengelolaan sampah yang telah ditetapkan. Selain pengurangan, pemerintah juga menargetkan penanganan sampah hingga 70 persen melalui sistem pengangkutan dan pengelolaan terstruktur.
PLT Kepala Bidang Kebersihan, Pengelolaan Sampah dan Retribusi Persampahan DLHD Kota Tomohon, Flora D Aror, mengatakan keberhasilan target tersebut sangat bergantung pada pemilahan sampah dari rumah tangga. Menurutnya, persoalan utama bukan hanya pada volume sampah, tetapi pada kebiasaan mencampur sampah organik dan anorganik.
“Kalau sampah tidak dipilah dari rumah, maka pengurangan sulit tercapai. Jadi kuncinya ada di sumbernya,” ujarnya dalam dialog Sulut Bicara bersama RRI, Rabu, 25 Februari 2026.
Ia menjelaskan, meskipun capaian pengangkutan sampah ke TPA telah melampaui 70 persen, pola pembuangan yang masih tercampur berpotensi menimbulkan persoalan baru di lokasi akhir. Karena itu, DLHD terus menggencarkan edukasi langsung ke kelurahan, sekolah, rumah ibadah, hingga pelaku usaha.
Di sisi lain, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kota Tomohon, Harriet Rumagit Marzan, menekankan pentingnya inovasi dalam mengelola sampah organik yang jumlahnya dominan. Berdasarkan data pemerintah daerah, sebagian besar komposisi sampah di Tomohon berasal dari limbah organik rumah tangga dan aktivitas pasar.
“Produksi sampah organik kita cukup besar. Ini yang kami dorong untuk diolah menjadi kompos agar bernilai guna,” kata Harriet.
Pengolahan tersebut dilakukan melalui program kompos bag yang telah diuji coba di sejumlah kelurahan. Hasil kompos kemudian dimanfaatkan untuk mendukung program pertanian terpadu atau integrated farming, sehingga sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya.
Harriet menambahkan, kolaborasi lintas perangkat daerah terus diperkuat untuk memastikan kebijakan berjalan konsisten. Pemerintah daerah berharap pendekatan ini tidak hanya menekan volume sampah, tetapi juga membangun perubahan perilaku masyarakat dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....