BI Sulut Dorong Akselerasi dan Hilirisasi Pertanian Daerah
- 16 Feb 2026 22:10 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Penguatan sektor pertanian tidak lagi cukup hanya bertumpu pada peningkatan produksi, tetapi juga membutuhkan strategi pengelolaan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Akselerasi hingga hilirisasi dinilai menjadi kunci agar komunitas petani dan wirausahawan mampu bersaing dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara, Joko Supratikto, saat BI Sulut mengkurasi ratusan petani dan wirausahawan calon peserta Program Patua dan Wanua 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Tondano Kantor Perwakilan BI Sulut, Jalan 17 Agustus, Manado, Jumat, 13 Februari 2026.
Menurut Joko, kemandirian pangan tidak hanya ditentukan oleh hasil panen, tetapi juga oleh strategi pengelolaan komunitas pertanian secara terpadu. “Petani dan pelaku usaha perlu memahami akselerasi produksi, hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah, distribusi yang efisien, serta optimalisasi sumber daya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa strategi tersebut dapat membantu petani membangun sistem produksi yang tangguh dan mandiri. “Dengan pendekatan ini, komunitas pertanian bisa memenuhi kebutuhan daerah sendiri serta meningkatkan kesejahteraan dan daya saing ekonomi,” kata Joko.
Program Patua dan Wanua 2026 yang diluncurkan BI Sulut diarahkan untuk memperkuat ekosistem pertanian dan wirausaha berbasis komunitas. Program ini menitikberatkan pada peningkatan kapasitas pelaku usaha, akses pasar, serta penguatan rantai nilai dari hulu ke hilir.
Melalui hilirisasi, komoditas pertanian diyakini dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan hanya menjual produk mentah. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
BI Sulut menilai kurasi peserta menjadi tahap awal penting untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran. Ke depan, pendekatan terintegrasi ini diharapkan mampu menciptakan model pertanian modern yang adaptif, produktif, dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....