Peristiwa Merah Putih ke-80, Yulius Tegaskan Bakti untuk Nusantara
- 14 Feb 2026 18:41 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Lapangan KONI Sario, Manado, dipenuhi nuansa merah putih saat peringatan 80 Tahun Peristiwa Merah Putih digelar, Sabtu, 14 Februari 2026. Upacara pengibaran bendera merah putih dipimpin langsung Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus dan dihadiri jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh masyarakat, serta ribuan warga.
Peringatan berlangsung meriah dengan defile pasukan, drama kolosal Peristiwa Merah Putih, serta atraksi olahraga dan seni budaya. Berbagai pertunjukan tradisional seperti Kabasaran, Maengket massal, Masamper massal, dan musik bambu kolintang turut ditampilkan sebagai bagian dari penguatan identitas budaya dan semangat nasionalisme masyarakat Sulawesi Utara.
Dalam sambutannya, Yulius Selvanus menyebut Peristiwa Merah Putih sebagai tonggak sejarah penting bagi masyarakat Sulawesi Utara. “Inilah proklamasi kedua bagi masyarakat Sulawesi Utara,” ujarnya.
Ia menekankan komitmen daerahnya untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Bakti kami demi pertiwi dari Sulawesi Utara untuk Nusantara, sebagai janji setia bahwa Sulawesi Utara akan selalu berada di garis depan menjaga persatuan bangsa,” katanya.

Yulius juga menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan peringatan tahun ini diperluas, antara lain melalui Merah Putih Panahan Sulawesi Utara Open, pertunjukan seni bela diri, serta drama kolosal perjuangan. Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang untuk menanamkan nilai presisi, fokus, dan semangat pengorbanan kepada generasi muda.
Selain itu, pembagian bunga dan cokelat kepada masyarakat dimaknai sebagai simbol bahwa perjuangan masa kini dilandasi cinta tanah air dan sesama. “Menghargai pejuang berarti menghidupkan karakter mereka,” katanya.
Ia juga menyoroti tantangan bangsa saat ini berupa kemiskinan dan perpecahan. Menurutnya, diperlukan semangat pantang menyerah dan sinergi lintas sektor untuk memenangkan persaingan di era modern. “Jangan biarkan api patriotisme ini redup,” ujarnya.
Peringatan 80 Tahun Peristiwa Merah Putih ini diharapkan menjadi momentum refleksi sejarah sekaligus penguatan komitmen masyarakat Sulawesi Utara dalam menjaga persatuan dan berkontribusi bagi pembangunan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....