Kanwil Kemenag Sulut Maksimalkan Asta Protas

  • 15 Jan 2026 11:12 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Ulyas Taha, menegaskan komitmen Kemenag Sulut untuk tetap menjalankan program prioritas nasional meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran tahun 2026. Ulyas menjelaskan, Kementerian Agama memiliki turunan program Presiden yang dikenal dengan Asta Protas, atau delapan kegiatan prioritas Kementerian Agama.

Program tersebut mencakup peningkatan kerukunan umat beragama, pengembangan kurikulum berbasis cinta, peningkatan kualitas kelembagaan, peningkatan pemahaman keagamaan masyarakat, hingga penguatan tata kelola dan administrasi.

“Kita memiliki apa yang namanya turunan dari program Presiden, yaitu Asta Cita, yang kemudian diturunkan dalam Asta Protas. Ini adalah delapan kegiatan prioritas Kementerian Agama,” ujar Ulyas.

Menurutnya, sejumlah program Kemenag memiliki karakteristik yang unik dan berorientasi pada penguatan nilai-nilai moderasi beragama, termasuk melalui pengembangan kurikulum berbasis cinta dan peningkatan kualitas pemahaman agama di tengah masyarakat. Menghadapi kondisi negara yang masih melakukan penghematan anggaran, Ulyas menekankan pentingnya optimalisasi sumber daya yang sudah tersedia, khususnya peran para penyuluh agama.

“Untuk tahun 2026, dengan kondisi penghematan anggaran, kita berharap bisa memaksimalkan sumber daya yang kita miliki. Salah satunya adalah penyuluh agama yang dapat memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia mencontohkan kerja sama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) dalam penyelenggaraan siaran keagamaan. Melalui kolaborasi tersebut, Kemenag Sulut dapat memanfaatkan tenaga penyuluh yang merupakan aparatur Kementerian Agama tanpa harus terbebani kebutuhan anggaran tambahan.

“Kalau kita bekerja sama dengan RRI untuk siaran keagamaan, kita bisa menggunakan tenaga penyuluh yang notabene ASN Kementerian Agama. Sehingga siaran keagamaan tetap berjalan tanpa terkendala ketersediaan anggaran,” ungkap Ulyas.

Dengan pendekatan tersebut, ia optimistis program-program Kementerian Agama tetap dapat berjalan efektif meski tanpa dukungan anggaran besar.

“Ada program-program yang tidak perlu menyiapkan anggaran besar, tetapi kegiatan dan tujuannya tetap bisa terlaksana dengan baik,” pungkasnya.

google-preference
Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....