Puncak Arus Balik Pelabuhan Manado Diperkirakan 24 Maret, Sterilisasi Diperketat

  • 23 Mar 2026 22:55 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Puncak arus balik di Pelabuhan Manado diperkirakan jatuh pada Selasa, 24 Maret 2026. PT Pelindo Regional IV Manado telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, mulai dari penyiapan armada kapal hingga penguatan sterilisasi area pelabuhan demi kenyamanan penumpang.

General Manager Pelindo Regional IV Manado, Nurlayla Arbie, mengungkapkan bahwa pergerakan penumpang dari berbagai wilayah, khususnya dari arah Maluku, sudah mulai masuk ke wilayah Manado.

"Arus balik itu mungkin sudah mulai di sekitar tanggal 24 Maret. Karena beberapa kapal dari Maluku juga sudah mulai masuk ke Manado," ujar Nurlayla saat memberikan keterangan di area pelabuhan.

Untuk melayani lonjakan penumpang tersebut, pihak Pelindo juga memastikan kesiapan armada kapal yang sebelumnya menjalani perawatan rutin atau docking.

"Kami mengantisipasi beberapa kapal yang juga sudah selesai docking. Itu akan membantu arus balik nanti ke arah Manado," katanya menambahkan.

Kehadiran kapal-kapal yang sudah kembali beroperasi ini diharapkan dapat mencegah terjadinya penumpukan penumpang dan memperlancar distribusi arus balik dari kepulauan menuju daratan Manado.

Selain kesiapan armada, fokus utama Pelindo saat ini adalah program sterilisasi area pelabuhan. Langkah ini diambil untuk memastikan hanya pihak-pihak berkepentingan yang berada di zona keberangkatan dan kedatangan.

Nurlayla menekankan bahwa program sterilisasi ini dilakukan secara bertahap agar masyarakat dan penumpang dapat beradaptasi dengan aturan baru.

"Program sterilisasi ini sudah berjalan dengan baik dan tingkat penerimaan dari pihak penumpang dan masyarakat sudah bisa diterima," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kebijakan ini semata-mata demi menjamin standar keselamatan dan keamanan pengguna jasa pelabuhan itu sendiri. Sebagai bagian dari identifikasi di lapangan, para pedagang asongan yang beraktivitas di pelabuhan kini juga wajib mengenakan identitas resmi.

"Mungkin dapat diobservasi juga di lapangan, para pedagang asongan juga yang sudah mulai menggunakan ID card serta rompi untuk mengidentifikasi mereka yang ada di lapangan," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....