Pedagang Asongan Dukung Aturan Rompi di Pelabuhan Manado saat Arus Mudik
- 16 Mar 2026 17:42 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Pedagang asongan di Pelabuhan Manado mendukung kebijakan penggunaan rompi bagi pedagang yang berjualan di kawasan pelabuhan selama arus mudik Lebaran. Aturan itu dinilai membantu menciptakan aktivitas perdagangan yang lebih tertib di tengah meningkatnya jumlah penumpang.
Wakil Ketua Pedagang Asongan Pelabuhan Manado Melky Daleno mengatakan kewajiban memakai rompi membuat pedagang lebih disiplin saat berjualan. Selain itu, petugas juga lebih mudah mengenali pedagang yang memang telah terdaftar.
“Jadi kami sebagai pelaku usaha mendapatkan aturan seperti itu, kemudian kita diberi rompi seperti ini, kan lebih disiplin, kemudian lebih terkontrol,” katanya saat ditemui RRI di Pelabuhan Manado, Senin, 16 Maret 2026.

Menurut dia, penggunaan rompi membantu membedakan pedagang resmi dengan pihak lain yang berada di kawasan pelabuhan. Dengan begitu, kegiatan jual beli dapat berlangsung lebih tertata tanpa mengganggu arus penumpang yang datang dan pergi.
Menjelang Lebaran, aktivitas di Pelabuhan Manado juga mulai ramai. Para pedagang merasakan peningkatan jumlah penumpang seiring mendekatnya hari raya, sehingga suasana pelabuhan menjadi lebih sibuk dibanding hari biasa.
Pedagang memperkirakan puncak arus mudik terjadi sekitar dua hari sebelum Lebaran, sedangkan arus balik mulai terasa sekitar dua hingga tiga hari setelah hari raya. Kondisi tersebut dinilai menjadi momentum penting bagi pedagang untuk tetap berjualan secara tertib di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
“Kalau untuk arus mudik ini lumayan ramai, karena ini kan sudah mau Lebaran, jadi lumayan,” ujar Melky.
Para pedagang berharap arus mudik dan arus balik tahun ini berjalan lancar. Mereka juga berharap penumpang tetap nyaman, sementara pedagang dapat terus berusaha dengan tertib di kawasan pelabuhan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....