Kemarau Panjang, Aktivitas Pertanian di Polman - Majene Terdampak

  • 06 Okt 2026 15:43 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju –Kekeringan yang melanda Kabupaten Polewali Mandar dan Majene, Sulawesi Barat, mulai berdampak serius terhadap aktivitas pertanian.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hari tanpa hujan di wilayah tersebut telah mencapai sekitar 90 hingga 110 hari.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Sulawesi Barat, Masnawi Malik, menjelaskan kondisi ini menjadi perhatian karena Polewali Mandar merupakan salah satu sentra tanaman pangan di Sulawesi Barat.

“Tentu kita khawatir dengan kondisi tersebut, karena khususnya di wilayah Polewali Mandar yang menjadi sentra kita untuk komoditi tanaman pangan. Karena suplai terbesar padi itu kan dari sana,” ujar Masnawi saat wawancara di RRI Mamuju, Selasa 6 September 2026.

Ia menambahkan, pemerintah berupaya mengidentifikasi lahan-lahan yang masih memiliki ketersediaan air, terutama wilayah yang menggunakan sistem irigasi teknis. Lahan tersebut diharapkan tetap dapat ditanami setelah masa panen berakhir.

“Kita sudah mencoba mengidentifikasi beberapa bulan terakhir ini, sawah-sawah irigasi teknis yang memang memungkinkan untuk tetap melanjutkan pertanaman,” tambahnya.

Namun, pengaturan pola tanam tetap diperlukan agar seluruh petani memperoleh kesempatan yang adil.

“Tidak mungkin satu tempat sudah dua kali menanam, sementara yang lain belum. Itu akan berpengaruh terhadap pendapatan petani,” tutupnya.

Reporter : Hasmira

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....