Sebanyak 3 Ribu Hektar Sawah di Sulbar Kekeringan akibat Kemarau Panjang

  • 16 Sep 2026 12:57 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Sulawesi Barat mencatat seluas hampir 3.000 hektar lahan pertanian di lima kabupaten Se- Sulbar terdampak fenomena kekeringan akibat kemarau panjang.

Hal tersebut disampaikan Kepala DTPHP Sulbar, Hamdani Hamdi saat ditemui usai menghadiri kegiatan di Gedung DPRD Sulbar, Mamuju, Selasa 15 September 2026.

Hamdani menjelaskan bahwa dari berbagai sektor komoditas pertanian, lahan persawahan menjadi sektor yang paling rentan dan mengalami dampak paling parah akibat menyusutnya ketersediaan air.

"Dari data yang masuk ke kami, ada hampir 3.000 hektar lahan yang tersebar di lima kabupaten. Kami fokus penanganan pada persawahan karena dampaknya paling tinggi, sementara untuk perkebunan sebagian masih memanfaatkan sumber air dari pegunungan," ujar Hamdani Hamdi.

Untuk mengantisipasi meluasnya gagal panen, Pemprov Sulbar terus berkoordinasi dengan lintas instansi seperti Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V, Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BSIP), serta kelompok tani untuk menyalurkan bantuan mesin pompa air.

Meski demikian, Hamdani mengakui penyaluran pompa menghadapi kendala di lapangan akibat mulai mengeringnya sumber air permukaan, sehingga memerlukan pembuatan sumur bor atau irigasi perpompaan.

"Kendala saat ini air permukaan sudah habis sehingga butuh pengeboran. Anggaran pengeboran saat ini ada di BWS sehingga kita koordinasi intensif. Namun untuk desain anggaran tahun depan, Pak Gubernur Suhardi Duka telah mendukung alokasi pengadaan 30 unit air pump yang tersebar di lima kabupaten," terangnya.

Selain mengoptimalkan sumber daya dan sinergi bersama BWS, DTPHP Sulbar juga telah menyusun usulan proposal bantuan tambahan alokasi pompa air ke Kementerian Pertanian RI guna menyelamatkan produksi pangan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....