BMKG Jelaskan 14 Zona Musim Berbeda di Sulawesi Barat

  • 04 Sep 2026 11:12 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Prakirawan Meteorologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Tampa Padang Mamuju, Anggie Prabowo, menjelaskan bahwa Sulawesi Barat terbagi ke dalam 14 zona musim yang berbeda satu sama lain.

Anggie menerangkan, pembagian zona musim ini menyebabkan waktu masuknya musim hujan maupun musim kemarau tidak seragam di seluruh wilayah Sulawesi Barat. Perbedaan ini membuat prakiraan cuaca daerah harus dipantau secara spesifik per zona, bukan secara umum.

Ia menegaskan bahwa keberadaan 14 zona musim ini menjadi alasan utama mengapa BMKG tidak bisa memberikan patokan waktu yang seragam.

"Secara zona musim di wilayah Sulawesi Barat ini ada 14 zona musim, jadi terkadang ada beberapa wilayah yang memang berbeda kapan masuk waktu musim hujan dan kemaraunya," ujar Anggie, dalam dialog RRI Mamuju, Rabu, 2 September 2026.

Menurutnya, secara umum musim hujan normalnya berlangsung pada Oktober hingga Maret, sementara musim kemarau terjadi pada April hingga September di Indonesia. Namun pembagian zona musim membuat pola tersebut tidak berlaku sama di setiap kawasan Sulawesi Barat.

Ia menjelaskan bahwa penentuan waktu masuknya musim di setiap zona harus berdasarkan hasil analisis dan prakiraan resmi BMKG, bukan asumsi umum masyarakat.

"Jadi tidak bisa secara spesifik untuk waktunya, karena harus berdasarkan perkiraan kami," kata Anggie.

Anggie menambahkan, perbedaan zona musim ini juga berkaitan dengan potensi munculnya angin puting beliung yang kerap terjadi pada masa peralihan musim di masing-masing wilayah. Ketidakseragaman waktu peralihan membuat ancaman ini bisa muncul di waktu berbeda antarkawasan.

Ia menyebut kondisi iklim tropis Indonesia yang cenderung hangat dan lembab sepanjang tahun turut memengaruhi kompleksitas pembagian zona musim tersebut. Kondisi ini berbeda dengan negara subtropis yang memiliki empat musim dengan pola lebih seragam.

BMKG mengimbau masyarakat Sulawesi Barat memantau informasi resmi zona musim di wilayah masing-masing sebelum merencanakan aktivitas pertanian maupun kegiatan luar ruangan. Pemantauan berkala dinilai penting mengingat variasi musim antarwilayah cukup signifikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....