BNNP Sulbar Perkuat Pencegahan Narkoba di Tingkat Desa
- 05 Okt 2026 14:21 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Barat (BNNP Sulbar) memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di tingkat desa.
Upaya pencegahan dengan melibatkan Asistensi Relawan Anti Narkotika dalam Rangka Komunikasi, Informasi dan Edukasi ( KIE ) Sumber Daya Pembangunan Desa, Senin 05 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari, relawan, perangkat desa, hingga tokoh masyrakat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mamuju, Muhammad Fausan Basir usai membawakan materi, menilai keberadaan relawan penting untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan narkoba di tingkat desa.
“Kegiatan ini sangat positif yang diinisiasi oleh BNNP dalam rangka Desa Bersinar, Desa Antinarkoba. Dan ini menurut saya sesuatu yang sangat perlu di era sekarang ini,” ujarnya.
Menurutnya, pembentukan relawan menjadi semakin penting karena berdasarkan data yang disampaikan BNNP Sulbar, status Desa Bambu yang sebelumnya berada pada kategori waspada kini telah menjadi siaga.
“Penting untuk membentuk relawan di tingkat desa yang bisa memberikan input kepada BNN maupun APH lainnya untuk melakukan upaya-upaya yang lebih konstruktif dalam rangka penanganan narkoba di Desa Bambu,” terangnya.
Ia berharap pembentukan relawan tersebut dapat berjalan efektif dan tidak hanya berdampak bagi Desa Bambu, tetapi juga mendorong Kabupaten Mamuju menjadi daerah yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.
"Harapannya ya pasti kegiatan ini berhasil, sehingga tidak sekadar Bambu, tapi Mamuju ini menjadi salah satu kabupaten yang bebas narkoba ke depan," harapnya.
Sementara itu, Plt kepala BNNP Sulbar, Amelia, mengatakan bahwa Relawan Anti narkoba adalah individu yang memiliki pengetahuan dan kepedulian untuk berperan aktif dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) secara sukarela.
“Dalam pelaksanaannya, Relawan Antinarkoba dapat bekerja secara individu ataupun kelompok”, ujarnya.
Menurutnya Relawan Antinarkoba memberikan pengetahuan dan pemahaman dengan cara penyebarluasan informasi bahaya Narkotika, baik secara luring maupun daring kepada masyarakat
“Dalam melakukan penyuluhan, Relawan Antinarkoba dapat menggunakan metode sesuai dengan kebutuhan kelompok sasaran.” tambahnya.
Senada dengan itu, Kepala Desa Bambu, Rahmat menyampaikan apresiasi serta dukungan penuh atas langkah BNNP Sulbar yang secara masif menggelar program edukasi dan pencegahan di wilayahnya, mengingat status Desa Bambu yang mengalami peningkatan kategori rawan dari status waspada menjadi siaga.
"Kami sangat mendukung kegiatan yang diadakan oleh BNN ini. Apalagi desa kami termasuk daerah yang rawan. Peningkatan status ini menjadi tugas bersama bagi kami di pemerintah desa," kata Rahmat.
Melalui kegiatan ini, Rahmat optimis status kerawanan di wilayahnya dapat kembali diturunkan secara bertahap.
"Harapan kami, semoga dengan kegiatan yang rutin diadakan bersama BNN, program Desa Bersinar atau Bersih Narkoba ini betul-betul bisa terwujud di desa kami," tutupnya.
Reporter: Dimas Rizaldi
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....