Pentingnya Deteksi Dini Cegah Gangguan Penglihatan Anak

  • 02 Okt 2026 22:10 WIB
  •  Mamuju

RRI.DO.ID, Mamuju- Deteksi dini kesehatan mata dinilai menjadi langkah penting dalam mencegah gangguan penglihatan, terutama pada anak-anak.

Hal tersebut disampaikan Dokter Spesialis Mata RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dr. Agung Pratama Putra, dalam program Indonesia Sehat RRI Mamuju, Jumat, 2 Oktober 2026.

Menurutnya, mata memiliki peran besar dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Bahkan, sebagian besar aktivitas manusia bergantung pada kemampuan penglihatan.

“Hampir 80 persen kehidupan kita itu , kita olah atau kita pakai dengan menggunakan mata, baik mulai dari belajar, berkegiatan sehari-hari, beraktivitas, bekerja dan juga hal-hal lainnya,” ujar dr. Agung.

Ia menambahkan, gangguan penglihatan dapat berdampak terhadap kualitas hidup seseorang. Karena itu, pemeriksaan mata sebaiknya dilakukan sejak dini dan tidak menunggu munculnya keluhan.

“Kalau kita mempunyai masalah di penglihatan Itu bahasanya sudah mengurangi quality of life dari individu itu,” tambahnya.

Dokter Agung juga mengingatkan orang tua untuk memperhatikan tanda-tanda gangguan penglihatan pada anak, seperti kebiasaan mendekatkan buku saat membaca atau kurang merespons benda yang berada di hadapannya.

Sementara itu, Fungsional Administrasi Kesehatan Dinas Kesehatan Sulawesi Barat, Wahida, mengatakan pemeriksaan mata telah menjadi bagian dari program Cek Kesehatan Gratis atau CKG.

“Dari program CKG, ditemukan adanya 33 anak usia 1 hingga 6 tahun yang dicurigai mengalami kelainan mata di Sulawesi Barat. Namun, angka tersebut masih dapat berubah karena proses pengolahan data masih berlangsung,” katanya.

Wahida menambahkan, pemeriksaan sederhana terhadap mata anak dapat dilakukan di rumah dengan mengamati apakah mata memantulkan cahaya. Jika ditemukan pantulan cahaya yang tidak biasa, anak sebaiknya segera diperiksakan karena kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya penyakit atau keganasan pada bola mata.

“Dengan deteksi dini kita belajar memetakan secara klasterisasi persoalan yang kita deteksi dari usia klaster itu. Salah satunya adalah mata,” tutup Wahida.

Reporter: Hasmira Basir

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....