Kemenag Sulbar Sebut Tantangan Pembatasan Gawai Ada di Rumah

  • 01 Okt 2026 14:55 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju – Kantor Perwakilan Kementerian Agama Sulawesi Barat menyebut tantangan terbesar pembatasan gawai di madrasah adalah konsistensi penerapannya ketika siswa kembali ke lingkungan rumah.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Kerja Guru Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulbar, H. Adhar, dalam dialog Halo Sulbar di RRI Mamuju, Rabu, 30 September 2026. Ia menjelaskan tanpa dukungan keluarga masyarakat konsistensi pembatasan ini akan sulit dilakukan.

"Kebiasaan baik yang dilakukan murid di madrasah tidak bisa konsisten bila tidak didukung hal yang sama di keluarga dan masyarakat," kata Adhar.

Selain itu, orang tua yang kurang memahami teknologi disebut menjadi kendala dalam mengawasi penggunaan gawai dan internet anak di rumah.

"Mayoritas anak jauh lebih paham penggunaan HP dan internet daripada kita sebagai orang tua," ujar Adhar.

Surat edaran mengatur pembatasan di madrasah dan keluarga, antara lain maksimal dua jam per hari di luar belajar serta pemakaian di area terbuka.

Sosialisasi akan mempertemukan guru, tenaga kependidikan, pengelola pendidikan, dan orang tua, termasuk secara daring bagi yang terkendala geografis.

Kanwil Kemenag Sulbar telah meminta Kemenag kabupaten segera mensosialisasikan surat edaran itu kepada pemangku kepentingan, termasuk orang tua murid.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....