Usia 22 Tahun Sulbar, Akademisi Soroti APBD masih Tergantung Transfer Pusat

  • 21 Sep 2026 15:13 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Memasuki usia 22 tahun, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dinilai telah mengalami kemajuan secara struktural, namun masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar sebagai daerah pemekaran, terutama ketergantungan terhadap transfer pemerintah pusat, keterbatasan infrastruktur dan konektivitas, serta belum terdiversifikasinya basis ekonomi.

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Riset, Mutu dan Kerja Sama Universitas Muhammadiyah Mamuju (UNIMAJU), Muhammad Arsyad, mengatakan perkembangan Sulbar selama 22 tahun terlihat dari penguatan struktur pemerintahan dan bertambahnya institusi pendidikan tinggi yang aktif menjalankan fungsi akademik di daerah.

"Dari perspektif akademis, Sulbar hari ini menunjukkan kemajuan struktural yang begitu signifikan. Karena terbentuknya enam kabupaten, kemudian adanya perguruan tinggi yang sudah aktif untuk melakukan proses akademik di sebuah wilayah, khususnya di Provinsi Sulawesi Barat," ujar Arsyad, saat menjadi narasumber di dialog interaktif RRI Mamuju, Senin, 21 September 2026.

Namun, menurutnya, perkembangan kelembagaan tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan perubahan mendasar pada struktur ekonomi daerah. Sejumlah persoalan yang umum dihadapi daerah pemekaran masih menjadi tantangan Sulbar.

Ia menyebut ketergantungan terhadap transfer pemerintah pusat, keterbatasan infrastruktur dan konektivitas, serta basis ekonomi yang belum terdiversifikasi sebagai persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam pembangunan Sulbar ke depan.

"Secara substantif, laju pembangunannya pada dasarnya masih menghadapi persoalan klasik daerah pemekaran. Itu ketergantungan pada transfer pusat, keterbatasan infrastruktur, konektivitas, dan basis ekonomi yang belum terdiversifikasi," katanya.

Memasuki usia ke-22, Arsyad mengibaratkan Sulbar berada pada fase dewasa awal. Secara kelembagaan, provinsi ini dinilai telah memiliki fondasi pemerintahan yang relatif mapan, tetapi dari sisi ekonomi masih membutuhkan penguatan dan pencarian bentuk pembangunan yang lebih berkelanjutan.

"22 tahun Sulbar hari ini, tentu saya menilai bahwa berada pada kategori dewasa awal. Yang secara kelembagaan sudah mapan, tetapi secara ekonomi masih dalam proses pencarian bentuk," ujarnya.

Meski demikian, Arsyad melihat perkembangan sejumlah indikator statistik saat ini memberikan sinyal positif bagi arah pembangunan Sulbar. Menurutnya, tren tersebut menjadi modal penting untuk mendorong kemajuan daerah pada tahun-tahun mendatang.

"Dan kita lihat trennya saat sekarang ini melalui data statistik yang ada bahwa Sulbar hari ini memberikan harapan positif yang baik kepada kita semua untuk kemajuan di masa yang akan datang," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....