BPS: Ikan Cakalang Jadi Pemicu Utama Inflasi Sulbar Agustus

  • 11 Sep 2026 18:50 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Inflasi Sulawesi Barat periode Agustus 2026 tercatat diangka 0,11 persen secara month to month (mtm) atau bulan ke bulan. Kenaikan tersebut dipicu terutama oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas pangan, dengan ikan cakalang menjadi penyumbang terbesar.

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Sulawesi Barat, M. S. Alim Sudiasto, mengatakan angka inflasi 0,11 persen merupakan perbandingan perubahan harga barang dan jasa antara Juli dan Agustus 2026.

"Inflasi bulan Agustus month to month sebesar 0,11 persen merupakan perbandingan harga antara bulan Juli 2026 dengan bulan Agustus 2026 sebesar 0,11 persen," ujar Alim, saat diwawancara via telepon, Jumat, 11 September 2026.

Menurutnya, ikan cakalang menjadi komoditas dengan andil terbesar terhadap inflasi bulanan Agustus, yakni sebesar 0,09 persen.

“Setelah ikan cakalang, tekanan inflasi juga berasal dari cabai rawit dengan andil 0,04 persen, kemudian ikan kembung, telur ayam ras, dan pisang yang masing-masing memberikan andil sebesar 0,03 persen,” jelasnya.

Alim menjelaskan, pergerakan harga komoditas pangan tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perubahan harga secara keseluruhan di Sulawesi Barat sepanjang Agustus.

Dengan inflasi bulanan yang masih berada di level 0,11 persen, BPS mencatat tekanan harga pada Agustus lebih banyak bersumber dari kelompok komoditas pangan, khususnya komoditas perikanan dan hortikultura.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa fluktuasi harga pangan masih menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan dalam menjaga stabilitas inflasi di Sulawesi Barat, terutama komoditas yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap perubahan harga konsumen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....