Karhutla Meluas, Dinkes Sulbar Ingatkan Risiko Penyakit ISPA

  • 08 Sep 2026 20:35 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta musim kemarau berkepanjangan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Sulawesi Barat.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat, Nursyamsi Rahim, mengatakan asap akibat karhutla dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan masyarakat.

“Terkait penyakit, apalagi adanya karhutla, di situ kan pasti infeksi saluran pernapasan berhubungan dengan ISPA, apalagi dirangkaikan dengan kejadian yang sekarang, musim kemarau yang berkepanjangan,” ujar Nursyamsi, saat diwawancara tim reporter RRI Mamuju, Senin, 7 September 2026.

Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi tubuh selama musim kemarau. Asupan cairan, kata dia, menjadi penting untuk mencegah dehidrasi, terutama ketika suhu udara meningkat.

Nursyamsi meminta masyarakat memperbanyak minum air, menjaga pola makan dengan mengonsumsi makanan bergizi, serta mencukupi waktu istirahat.

“Banyak minum supaya tidak dehidrasi, pola makan yang sehat dan banyak-banyak istirahat. Maksudnya, istirahat bila memang sudah waktunya istirahat, janganlah beraktivitas,” katanya.

Selain itu, masyarakat disarankan mengatur waktu beraktivitas di luar ruangan. Aktivitas yang tidak mendesak sebaiknya ditunda hingga kondisi cuaca tidak terlalu terik.

“Kalau bisa aktivitasnya ditunda ke jam-jam yang tidak terlalu terik matahari, makan-makanan yang bergizi,” jelasnya.

Nursyamsi juga mengingatkan masyarakat mewaspadai gejala gangguan pernapasan seperti ISPA dan radang tenggorokan yang berpotensi meningkat ketika masyarakat terpapar asap karhutla dan kondisi udara yang kurang baik.

Kondisi kemarau panjang dan karhutla dinilai perlu diantisipasi tidak hanya dari sisi lingkungan, tetapi juga dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan terhadap gangguan pernapasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....