Ketua KORMI Sulbar: Olahraga Tradisional dan Kearifan Lokal Jadi Fokus Pembinaan
- 24 Agt 2026 22:18 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, MAMUJU – Ketua KORMI Sulawesi Barat periode 2026–2030, Khalil Gibran, menargetkan penguatan pembinaan olahraga tradisional dan berbasis kearifan lokal sebagai program prioritas.
Ia menjelaskan KORMI menaungi lebih banyak Inorga dibanding KONI, mulai dari Airsoft, Getball, IOF, Sparko, hingga Pencak Silat dan Taekwondo yang sudah menyumbang emas di FORNAS.
“Menjadi Ketua KORMI adalah semangat baru untuk mengabdi kepada masyarakat, terutama di bidang olahraga. Kita harus jaga prestasi yang sudah ada dan kembangkan potensi daerah,” tegas Khalil dalam dialog di RRI Mamuju, Senin 24 Agustus 2026.
Khalil Gibran resmi terpilih sebagai Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Sulawesi Barat periode 2026–2030.
Dalam dialog tersebut, Khalil menegaskan bahwa amanah memimpin KORMI Sulbar merupakan semangat baru untuk mengabdi kepada masyarakat, khususnya melalui pengembangan olahraga masyarakat.
“Menjadi Ketua KORMI adalah semangat baru untuk mengabdi kepada masyarakat, terutama di bidang olahraga,” ujar Khalil.
Ia menjelaskan, KORMI merupakan wadah olahraga masyarakat yang menaungi berbagai induk olahraga (Inorga), termasuk olahraga tradisional dan olahraga yang berkembang dari kearifan lokal di daerah.
Menurut Khalil, keberadaan Inorga di lingkungan KORMI memiliki cakupan yang luas. Berbagai jenis olahraga masyarakat dan tradisional dapat menjadi bagian dari pembinaan serta pengembangan olahraga di daerah.
“Inorga atau yang disebut induk olahraga ini lebih banyak dibanding KONI. Seluruh olahraga tradisional yang ada dan kearifan lokal di daerah itu semua tergabung di dalamnya,” jelasnya.
Khalil menyebut, di Sulawesi Barat saat ini terdapat sejumlah Inorga yang menjadi bagian dari KORMI, di antaranya Airsoft, Getball, Indonesia Orienteering Federation (IOF), Sparko, Tinju, Taekwondo, dan Pencak Silat.
Ia menilai olahraga tradisional memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Namun, potensi tersebut membutuhkan pembinaan yang konsisten agar mampu menghasilkan prestasi dan memberikan kontribusi dalam berbagai ajang olahraga masyarakat.
“Potensi olahraga tradisional sendiri sangat besar, namun memang perlu ekstra konsisten dalam pembinaannya,” katanya.
Khalil juga menyoroti prestasi Sulawesi Barat pada ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS). Menurutnya, Taekwondo dan Pencak Silat menjadi dua cabang yang telah memberikan kontribusi medali emas dan memiliki potensi untuk kembali berprestasi.
“KORMI kemarin ada Taekwondo dan Pencak Silat yang menghasilkan emas. Dua ini ternyata berpotensi dalam kegiatan FORNAS. Kita harus jaga dulu untuk mempertahankan prestasinya,” ujarnya.
Di sisi lain, Khalil mengungkapkan bahwa pembentukan KORMI di tingkat kabupaten masih menjadi pekerjaan rumah. Saat ini, KORMI telah terbentuk di beberapa daerah di Sulawesi Barat, sementara sejumlah kabupaten lainnya belum memiliki kepengurusan.
“KORMI ada empat di Sulbar, yaitu Kabupaten Majene, Polman, Mamasa dan Mamuju Tengah. Yang belum terbentuk KORMI kabupaten adalah Mamuju dan Pasangkayu,” ungkapnya.
Ke depan, Khalil menegaskan dirinya ingin membangun KORMI Sulbar secara bersama-sama dengan seluruh pihak. Ia juga menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang transparan serta perhatian yang merata kepada seluruh cabang olahraga.
“Saya ingin KORMI ke depan dibesarkan bersama. Sesuai dengan arahan Pak Gubernur, maju dan sejahtera. KORMI juga harus maju dan sejahtera dan saya mau KORMI itu transparan,” tegas Khalil.
Ia memastikan tidak akan ada perlakuan berbeda terhadap cabang olahraga yang berada di bawah naungan KORMI Sulbar. Menurutnya, pemerataan perhatian penting untuk menjaga kebersamaan sekaligus mencegah munculnya kecemburuan antar-Inorga.
“Semua cabang olahraga sama, tidak ada dibeda-bedakan, sehingga tidak ada kecemburuan dalam perhatian kepada masing-masing cabor,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....