Unsulbar dan Dinas Koperindag Sulbar Dorong Diversifikasi Produk Kelapa
- 12 Agt 2026 08:14 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Koperindag Provinsi Sulawesi Barat bersama Universitas Sulawesi Barat Unsulbar mendorong diversifikasi produk kelapa di Desa Bonde Utara, Kabupaten Majene.
Kolaborasi itu diwujudkan melalui pendampingan produksi 27-30 Juli 2026 dan penyerahan bantuan Teknologi Tepat Guna TTG pada 4 Agustus 2026. Fokus kemitraan adalah efisiensi produksi Virgin Coconut Oil VCO dan inovasi produk turunan kelapa.
Program ini didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, pendanaan 2026.
Penerapan metode sentrifugal dalam pembuatan VCO menjadi terobosan utama untuk menghasilkan minyak kelapa murni bermutu tinggi secara lebih cepat dan efisien. Selain VCO, dikembangkan juga minyak kelapa kemasan gelas plastik dan filter agar hasil lebih jernih. Kemasan ekonomis ini diminati pasar karena harganya terjangkau dan tampil menarik dengan desain mandiri.
Ketua Tim Pengabdi Unsulbar Musyrifah menyerahkan langsung bantuan mesin TTG kepada Ketua Kelompok UMKM Maloppo Yusrawati.
"Selain mesin sentrifugal untuk VCO, kami juga membantu filter minyak agar minyak yang dihasilkan lebih jernih. Ada juga mesin kemasan hingga kemasan desain khusus dengan berbagai varian ukuran, termasuk kemasan gelas plastik yang lebih ekonomis," ungkap Musyrifa, Rabu 12 Agustus 2026.
Musyrifah menjelaskan kegiatan ini merupakan tindak lanjut pengabdian sebelumnya dan berkolaborasi dengan Dinas Koperindag Sulbar. Penguatan kapasitas manajemen usaha dipandu Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Dinas Koperindag Sulbar Muh. Aswad M.
Aswad membekali UMKM Maloppo dengan materi legalitas perizinan, pencatatan keuangan dasar, strategi pemasaran, hingga pendampingan sertifikasi halal.
"Kami ingin produk yang dihasilkan bukan hanya memiliki kemasan yang menarik, tetapi juga sudah tersertifikasi halal agar lebih dipercaya masyarakat," ujar Aswad.
Selain produksi dan legalitas, program ini juga mengembangkan galeri digital berbasis situs web katalog. Galeri menampilkan etalase produk beserta harga dan memungkinkan pembeli memesan langsung via WhatsApp.
"Pelaku usaha lebih familiar menggunakan WhatsApp, sehingga ini akan memudahkan penggunaan tanpa mereka harus belajar sistem yang rumit lagi," pungkas Musyrifah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....