Belajar Dilantai, Pemprov Sulbar Janji Penuhi Meja Kursi SMAN 1 Bulu Taba Bertahap

  • 12 Agt 2026 12:04 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju- Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mulai bergerak merespons keterbatasan fasilitas meja dan kursi di SMAN 1 Bulu Taba, Kabupaten Pasangkayu. Sejumlah siswa di sekolah itu sebelumnya diketahui belajar dengan duduk melantai.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulawesi Barat memanggil Kepala SMAN 1 Bulu Taba, Sumardi, untuk membahas kondisi sarana pembelajaran yang sebelumnya menjadi sorotan di media sosial.

Sumardi mengakui, sekolah masih mengalami kekurangan meja dan kursi. Menurutnya, kondisi tersebut telah diantisipasi pihak sekolah dalam tiga tahun terakhir.

"Memang kenyataan di sekolah itu ada kekurangan kursi. Sudah dua sampai tiga tahun terakhir ini kita antisipasi," ujar Sumardi, Rabu 12 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, kebutuhan penambahan mebel telah masuk dalam perencanaan sekolah. Untuk tahun anggaran 2026, sekolah juga telah mendapatkan alokasi pengadaan, namun realisasinya masih menunggu proses. Sumardi juga memastikan pihak sekolah terus berupaya agar persoalan yang dialami siswa tersebut, tidak berlangsung hingga akhir tahun.

"Intinya sekolah tetap usahakan tahun ini, sudah tidak ada yang melantai," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SMA Disdikbud Sulbar, Imran, mengatakan pemenuhan kebutuhan meja dan kursi di SMAN 1 Bulu Taba akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran.

Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat pengadaan tahun ini belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan sekolah. Namun, Pemprov Sulbar akan memprioritaskan pengadaan untuk dua rombongan belajar (rombel).

"Insyaallah tahun ini kita akan berikan kursi dan meja. Tapi bukan juga semuanya. Paling mungkin dua rombel karena keterbatasan anggaran. Insyaallah kita akan upayakan berikutnya untuk memenuhi," jelas Imran.

Selain melalui anggaran pemerintah, kebutuhan mebel sekolah juga berpotensi mendapat dukungan dari pihak lain. Imran menyebut terdapat pihak yang telah menyatakan kesediaan memberikan bantuan sebanyak 150 set meja dan kursi.

"Sudah ada juga sekolah yang dapat. Ada WhatsApp, insyaallah dia menyumbang 150 kursi dan meja. Orangnya belum mau disebut siapa, tapi sudah dipesan. Itu sumbangan," ungkapnya.

Jika bantuan 150 set tersebut terealisasi dan ditambah pengadaan untuk dua rombel dari Pemprov Sulbar, pemenuhan kebutuhan mebel sekolah diharapkan dapat dilakukan secara bertahap.

"Lima kelas memang sudah, kalau ada tambahan dua berarti sudah bisa tujuh rombel," pungkas Imran.

Selain itu, pihak sekolah juga telah memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk memenuhi sebagian kebutuhan mebel. Dari dana tersebut, sekolah memiliki 40 kursi plastik, 20 kursi lipat, serta 10 kursi untuk guru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....