Inflasi Mamuju Juli Capai 0,55 Persen, Kelompok Makanan Jadi Penyumbang Terbesar

  • 03 Agt 2026 19:19 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mamuju mencatat inflasi periode Juli 2026 secara month-to-month (mtm) sebesar 0,55 persen. Kenaikan tersebut dipicu terutama oleh meningkatnya harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi selama periode tersebut.

Kepala BPS Kabupaten Mamuju, Sundari Budiani, mengatakan inflasi Juli 2026 tercermin dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,63 pada Juni 2026 menjadi 112,24 pada Juli 2026.

"Pada bulan Juli 2026, kami mencatat secara month-to-month di Mamuju mengalami inflasi sebesar 0,55 persen atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 111,63 pada bulan Juni 2026 menjadi 112,24 pada bulan Juli 2026. Ini mengartikan secara rata-rata terjadi kenaikan harga pada bulan Juli 2026 jika dibandingkan dengan kondisi bulan sebelumnya," ujar Sundari, dalam rilis berita resmi statistik yang digelar di kantornya, Senin, 3 Agustus 2026.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tertinggi berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 1,16 persen dengan andil 0,44 persen terhadap inflasi bulanan Mamuju.

Selain itu, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga juga mencatat inflasi sebesar 0,61 persen dengan andil 0,03 persen.

Sementara itu, kelompok kesehatan mengalami inflasi paling tinggi secara persentase, yakni 1,82 persen, dengan kontribusi atau andil terhadap inflasi sebesar 0,03 persen.

"Jika kita perhatikan perkembangan inflasi month-to-month secara kelompok pengeluaran, tiga kelompok pengeluaran yang mengalami andil inflasi tertinggi di antaranya yang pertama kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 1,16 persen dengan andil sebesar 0,44 persen. Yang kedua, kelompok perlengkapan peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami inflasi sebesar 0,61 persen dengan andil sebesar 0,03 persen. Kemudian yang ketiga, kelompok kesehatan mengalami inflasi sebesar 1,82 persen dan memberikan andil sebesar 0,03 persen," jelasnya.

Data BPS menunjukkan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi faktor dominan yang mendorong inflasi di Kabupaten Mamuju pada Juli 2026. Kondisi tersebut mencerminkan adanya kenaikan harga sejumlah komoditas pangan yang berdampak signifikan terhadap pergerakan Indeks Harga Konsumen selama bulan pelaporan.

BPS Kabupaten Mamuju akan terus memantau perkembangan harga berbagai komoditas strategis sebagai bagian dari penyusunan statistik inflasi yang menjadi acuan pemerintah dalam merumuskan kebijakan pengendalian harga dan menjaga daya beli masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....