Unimaju Terbuka dan Inklusif, Mahasiswa Non-Muslim Capai 25 Persen
- 12 Agt 2026 12:24 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju) menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang terbuka, inklusif, dan bebas dari diskriminasi. Hal ini tercermin dari jumlah mahasiswa non-Muslim yang kini mencapai 25 persen dari total mahasiswa di kampus tersebut.
Hal itu disampaikan Rektor Unimaju, Dr. Muh. Tahir saat dialog interaktif RRI Mamuju, Selasa 11 Agustus 2026.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan mahasiswa non-Muslim merupakan hal yang lumrah di lingkungan kampus Muhammadiyah, terlebih Sulawesi Barat merupakan wilayah multietnis dan kawasan transmigrasi yang dihuni oleh masyarakat dengan beragam latar belakang agama seperti Hindu dan Kristen.
"Pendidikan di perguruan tinggi Muhammadiyah itu tidak diskriminatif, siapa saja silakan menimba ilmu. Saat ini sekitar 25 persen mahasiswa kami beragama non-Muslim, dan mereka berbaur dengan baik, termasuk dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam satu tim," ujarnya
Muh. Tahir menjelaskan, keterbukaan ini juga diterapkan dalam ruang akademis dan pengkajian ilmiah. Mahasiswa non-Muslim diizinkan mempelajari keilmuan seperti bahasa Arab hingga kajian keislaman dengan pendekatan murni ilmu pengetahuan tanpa memaksakan keyakinan.
Demikian pula dalam penyusunan tugas akhir atau skripsi, mahasiswa diberikan kebebasan menggunakan pendekatan ilmiah, filsafat, maupun nilai-nilai etika universal dalam mengkaji suatu fenomena.
"Kalau mahasiswa Muslim penyusunan karya ilmiahnya biasa dikaitkan dengan pendekatan ayat Al-Qur'an, mahasiswa non-Muslim bisa menggunakan pendekatan filsafat atau keilmuan universal," terangnya
Lebih lanjut, Muh. Tahir mengatakan bahwa seluruh karya ilmiah dan pengabdian yang dilakukan ataupun dihasilkan merupakan bentuk rasa syukur manusia kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....