Kecelakaan di Sulbar Capai 122 Kasus, Meninggal 10 Orang
- 09 Jun 2026 12:03 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat mencatat sebanyak 122 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi sepanjang periode Mei hingga Juni 2026 di provinsi ke-33 ini. Meski jumlah kejadian mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun lalu, korban jiwa akibat kecelakaan masih menjadi perhatian serius.
Ps. Kasubdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda Sulbar, KOMPOL Febrian Eko Putra, mengungkapkan bahwa dari 122 kecelakaan yang terjadi dalam sebulan terakhir, sebanyak 10 orang Meninggal Dunia (MD).
“Laka lantas satu bulan terakhir, dari bulan Mei sampai Juni, ada 122 kejadian. Dari jumlah itu, yang meninggal dunia 10 orang, luka berat 13 orang, dan luka ringan 174 orang. Kerugian material mencapai Rp254 juta,” kata Febrian, saat menjadi narasumber di dialog interaktif RRI Mamuju, Selasa, 9 Juni 2026.
Data tersebut menunjukkan bahwa setiap tiga hari terjadi sekitar 12 kecelakaan di wilayah Sulawesi Barat. Selain merenggut korban jiwa, insiden lalu lintas juga menyebabkan ratusan warga mengalami luka-luka.
Meski demikian, Ditlantas Polda Sulbar mencatat adanya tren positif dibandingkan periode yang sama pada 2025. Tahun lalu, jumlah kecelakaan mencapai 133 kejadian dengan korban meninggal dunia sebanyak 19 orang.
“Kalau dibandingkan tahun 2025 pada periode yang sama, terjadi penurunan. Tahun lalu ada 133 kejadian dan korban meninggal dunia mencapai 19 orang,” ujarnya.
Berdasarkan data kepolisian, angka kecelakaan lalu lintas turun 8 persen, sementara jumlah korban meninggal dunia menurun signifikan hingga 47 persen. Namun, jumlah korban luka justru mengalami peningkatan.
Korban luka berat tercatat naik dari 11 orang menjadi 13 orang, sedangkan korban luka ringan meningkat dari 156 orang menjadi 174 orang atau naik sekitar 18 persen. Kerugian material juga mengalami kenaikan tipis sebesar 1 persen, dari Rp251 juta menjadi Rp254 juta.
Febrian menegaskan bahwa penurunan angka kecelakaan dan fatalitas tidak boleh membuat masyarakat lengah. Pihaknya terus mengintensifkan edukasi keselamatan berlalu lintas serta mengingatkan pengendara untuk mematuhi aturan di jalan raya.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu tertib berlalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menghindari perilaku berkendara yang berisiko,” tegasnya.
Meski angka kecelakaan menurun, fakta bahwa 10 nyawa melayang dalam kurun satu bulan menjadi pengingat bahwa pelanggaran lalu lintas masih berpotensi berujung tragedi di jalan raya Sulawesi Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....