DTPHP Sulbar Gerak Cepat Tangani Kasus Flu Babi Afrika di Polman
- 22 Jul 2026 10:00 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) bergerak cepat menanggulangi temuan kasus African Swine Fever (ASF) atau Flu Babi Afrika di Kabupaten Polewali Mandar. Hasil uji laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros menyatakan sampel ternak positif ASF.
Medik Veteriner Ahli Pertama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Sulbar, Imron Taufiq menyatakan, pihaknya langsung merespons temuan tersebut dengan menerjunkan tim medik dan paramedik ke lokasi untuk melakukan investigasi sekaligus menyalurkan bantuan medis.
"Begitu kasus terkonfirmasi positif oleh BBVet Maros, kami langsung turun memberikan bantuan pengobatan suportif seperti pemberian vitamin, antibiotik, analgesik, dan anti-inflamasi untuk menjaga daya tahan tubuh ternak di daerah terdampak," ujar Imron pada dialog Halo Sulbar RRI Mamuju, Selasa 21 Juli 2026.
Selain pemberian obat-obatan suportif, DTPHP Sulbar juga membagikan cairan disinfektan secara masif kepada para peternak guna memutus rantai penularan virus di lingkungan kandang.
Imron mengingatkan agar peternak memperhatikan tata cara penyemprotan disinfektan yang benar. Pembersihan kotoran kandang secara menyeluruh wajib dilakukan terlebih dahulu sebelum cairan disinfektan disemprotkan.
"Teman-teman petugas di lapangan sangat aktif mengedukasi warga. Kandang harus dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran, baru kemudian disemprot disinfektan agar virus yang menempel benar-benar mati," tambahnya.
Langkah ini diharapkan dapat menekan angka kematian ternak babi serta mencegah meluasnya penularan virus ASF ke wilayah kabupaten lain di Sulawesi Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....