Minimnya Komoditas Untuk Muatan Balik Jadi Tantangan Pelabuhan Belang-Belang
- 11 Mei 2026 12:54 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju- Meski Sulawesi Barat dinilai memiliki potensi komoditas hasil bumi yang cukup besar, aktivitas di Pelabuhan Kelas III Belang-Belang, Kabupaten Mamuju, masih menghadapi kendala mengenai minimnya muatan balik kapal.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Belang-Belang, Capt. Ramlah, dalam dialog interaktif di RRI Mamuju, Senin, 11 Mei 2026.
Ia mengatakan kapal yang datang ke pelabuhan umumnya hanya membongkar muatan dan kembali dengan hanya membawa sedikit komoditas atau bahkan tanpa membawa komoditas dari Sulawesi Barat menuju pelabuhan tujuan berikutnya.
"Selama ini di pelabuhan ini yang menjadi tantangan adalah masalah muatan baliknya. Jadi kapal yang datang, kapal yang sandar di pelabuhan mereka membongkar muatan, tapi pada saat mereka ini mau balik ke pelabuhan berikutnya, tidak ada muatan balik," ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut cukup disayangkan karena Sulawesi Barat memiliki potensi hasil bumi yang besar, namun belum seluruhnya terdistribusi melalui pelabuhan di Sulawesi Barat.
"Saya tidak tahu ini kemana komoditas kita ini, padahal kalau dilihat Sulawesi Barat ini kaya dengan hasil bumi. Tapi di lapangannya saya tidak tahu lari ke mana ini, apakah ke pelabuhan lain di Sulawesi Selatan atau Sulawesi Tengah, itu sebenarnya yang menjadi kendala," lanjutnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Perhubungan (Perkimtanhub) Provinsi Sulawesi Barat, Maddareski Sallatin, dalam kesempatan yang sama mengatakan pihaknya telah melakukan inventarisasi terhadap sejumlah potensi komoditas yang dapat diangkut melalui pelabuhan. Namun, potensi komoditas terbesar yang berada di Kabupaten Polewali Mandar dinilai lebih banyak didistribusikan melalui jalur darat menuju kota Makassar, Sulawesi Selatan.
"Pernah sebenarnya kita mencatat beberapa potensi-potensi yang kemungkinannya bisa kita angkut. Tapi potensi yang lebih besar di sini kan ada di Kabupaten Polewali Mandar. Mereka berpikiran kalau ke Makassar lewat darat kan lebih dekat daripada dia harus muat ke sini," jelasnya.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya melakukan pendataan terhadap berbagai komoditas yang berpotensi dikirim melalui jalur laut guna meningkatkan aktivitas pelabuhan di Sulawesi Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....