Inflasi Majene Juli 2026 Terkendali di Angka 0,04 Persen
- 03 Agt 2026 19:20 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Majene - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Majene mencatat inflasi month-to-month (mtm) periode Juli 2026 sebesar 0,04 persen. Angka tersebut menunjukkan kenaikan harga secara umum masih relatif terkendali dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala BPS Kabupaten Majene, Dina Srikandi, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi Juli dipengaruhi oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran, meskipun sebagian kelompok lainnya mengalami penurunan harga maupun tidak mengalami perubahan.
"Untuk bulan Juli 2026, Kabupaten Majene mengalami inflasi bulan ke bulan sebesar 0,04 persen. Jika kita lihat secara lebih rinci berdasarkan 11 kelompok pengeluaran, di sini terlihat bahwa ada tujuh kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi, dua kelompok pengeluaran mengalami deflasi, dan dua kelompok lainnya relatif stabil atau tidak mengalami perubahan harga," kata Dina, dalam berita resmi statistik yang digelar di kantornya, Senin, 3 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, dari sebelas kelompok pengeluaran yang menjadi komponen penyusun inflasi, mayoritas mengalami kenaikan harga. Namun demikian, keberadaan dua kelompok yang mengalami deflasi serta dua kelompok yang tidak mengalami perubahan harga turut menahan laju inflasi sehingga tetap berada pada level rendah.
Menurut Dina, terdapat tiga kelompok pengeluaran yang menjadi penyumbang utama inflasi di Kabupaten Majene selama Juli 2026.
"Jika kita lihat lebih detail, kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi yaitu kelompok pakaian dan alas kaki, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, kemudian kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga," ujarnya.
BPS menilai kondisi tersebut menunjukkan tekanan inflasi di Kabupaten Majene pada Juli 2026 masih terkonsentrasi pada beberapa kelompok pengeluaran tertentu dan belum terjadi secara merata pada seluruh komponen konsumsi rumah tangga.
Data inflasi ini menjadi salah satu indikator penting bagi pemerintah daerah dalam memantau perkembangan harga barang dan jasa serta merumuskan langkah pengendalian inflasi, terutama terhadap komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan harga pada bulan-bulan berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....