Ikan Layang hingga Emas Perhiasan Picu Inflasi Tahunan Sulbar Diangka Dua Persen
- 04 Agt 2026 15:44 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) periode Juli 2026 diangka 2,00 persen. Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan dan nonpangan menjadi faktor utama pembentuk inflasi, dengan ikan layang sebagai penyumbang terbesar.
Kepala BPS Sulawesi Barat, Suri Handayani, mengungkapkan terdapat lima komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan Sulawesi Barat pada Juli 2026.
"Untuk inflasi secara tahunan atau year on year, terjadi inflasi sebesar 2 persen di Sulawesi Barat. Dari inflasi yang terbentuk pada bulan Juli 2026 tersebut, terdapat lima komoditas utama yang mendorong inflasi, yaitu yang pertama adalah ikan layang dengan andil 0,30, emas perhiasan 0,19, cabai merah 0,17, ikan cakalang 0,17, dan ikan tuna 0,14," ujar Suri Handayani dalam pemaparannya saat pihaknya menggelar konferensi pers di Aula Kantornya, Senin, 3 Agustus 2026.
Dominasi komoditas perikanan dalam daftar penyumbang inflasi menunjukkan tingginya pengaruh sektor kelautan terhadap pergerakan harga di Sulawesi Barat. Selain itu, kenaikan harga emas perhiasan juga turut memberikan tekanan terhadap inflasi tahunan, di tengah meningkatnya permintaan dan pergerakan harga logam mulia.
Di sisi lain, BPS mencatat sejumlah komoditas justru berperan menahan laju inflasi karena mengalami penurunan harga. Komoditas hortikultura menjadi penyumbang deflasi terbesar selama periode tersebut.
"Selanjutnya, untuk komoditas yang memberikan andil sebagai penghambat inflasi, yang pertama adalah tomat dengan andil negatif 0,56, kemudian beras negatif 0,31, minyak kelapa negatif 0,13, telur ayam ras negatif 0,10, dan pisang negatif 0,06," jelasnya.
Tomat menjadi komoditas dengan kontribusi penahan inflasi terbesar, disusul beras yang juga memberikan andil deflasi cukup signifikan. Penurunan harga kedua komoditas tersebut mampu meredam tekanan inflasi yang berasal dari kenaikan harga ikan, cabai merah, dan emas perhiasan.
BPS menilai dinamika inflasi Sulawesi Barat pada Juli 2026 masih dipengaruhi fluktuasi harga komoditas pangan, khususnya hasil perikanan dan hortikultura yang sangat bergantung pada kondisi pasokan serta distribusi. Sementara itu, perubahan harga komoditas nonpangan seperti emas perhiasan juga turut memberikan kontribusi terhadap pembentukan inflasi tahunan di provinsi tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....