Kebakaran Pesantren Hidayatullah Mamuju Diduga Korsleting Listrik
- 19 Apr 2026 13:50 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju- Kebakaran yang terjadi di TPA-TK-KB Yayasan Pendidikan Cerdas Mandiri Al-furqan atau Pesantren Hidayatullah Mamuju di kawasan Pasar Baru Mamuju, pada Minggu, 19 April 2026, diduga warga disebabkan akibat adanya korsleting listrik.
Salah seorang saksi, Zarkasi, yang juga merupakan pegawai di yayasan tersebut, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui saat dirinya bersama dua orang lainnya sekitar pukul 11.30 WITA. Saat mengetahui adanya api yang sudah membesar, dirinya segera memanggil petugas pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan.
"Tiba-tiba ada anak-anak bilang kebakaran, baru kami keluar. Ternyata pas mau kami padamkan api di pos sudah besar api, sudah tidak bisa, lalu kami panggil pemadam. Tadi munculnya api sekitar setengah dua belas, karena setengah dua belas itu kami di sini ngobrol," ujarnya.
Ia menduga sumber api berasal dari korsleting listrik di pos satpam yang saat itu dalam kondisi kosong.
"Kalau saya menduga korsleting listrik, karena kondisi pos satpam kosong. Anak-anak juga sementara bermain. Sekolah juga keadaan sepi, ya pasti kita dugaan korsleting listrik," duganya.
Dari kebakaran tersebut, menghanguskan sejumlah ruangan di lingkungan yayasan beserta peralatan kantor yang ditaksir menimbulkan kerugian hingga ratusan juta.
"Lima ruangan kelas dan kantor dan satu ruangan badan amil zakat yang hangus. Kerugian mungkin sekitar seratusan juta," katanya.
Sementara itu, Kasi Penanggulangan Bahaya Kebakaran Damkar Mamuju, Sultan, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat dengan langsung mengerahkan personel ke lokasi kejadian dan berhasil memadamkan api dalam waktu sekitar 30 menit.
"Begitu ada info dari masyarakat kami langsung bergerak cepat berangkat sehingga sempat kami padamkan selama kurang lebih setengah jam. Tadi kendala masalah listrik, ya Alhamdulillah cepat ditangani dengan bagus," jelasnya.
Ia menambahkan, sebanyak enam unit kendaraan dikerahkan dalam proses pemadaman, terdiri dari empat armada Damkar Mamuju, bantuan water cannon dari Brimob, serta dukungan dari Damkar Provinsi dan Dinas PUPR.
"Total 6 kendaraan dikerahkan, dari unsur-unsur pemadam Mamuju itu empat armada bersama teman-teman dari Brimob menggunakan water cannon-nya, dengan teman-teman dari pemadam kebakaran provinsi dan kami disuplai dengan teman-teman PUPR provinsi," ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsekta Mamuju, AKP Mustafa, menegaskan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.
"Jadi untuk sementara, kita masih melakukan penyidikan dulu, kita belum bisa pastikan penyebabnya menunggu penyidikan dari Inafis Polresta Mamuju," tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....