Program MBG Dongkrak Harga Telur di Sulawesi Barat

  • 01 Apr 2026 16:21 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju — Harga telur ayam di seluruh kabupaten di Sulawesi Barat belum juga turun pascalebaran, dan salah satu faktor pemicunya diduga berasal dari program Makan Bergizi Gratis pemerintah.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Sulbar, Masriadi Nadi Atjo, menjelaskan kenaikan harga telur sudah berlangsung sejak sebelum Ramadan dan terus bertahan hingga kini.

“Telur ini hampir di semua kabupaten Sulbar naik sejak sebelum Ramadan, dan sampai sekarang trennya belum kembali turun,” ujar Masriadi saat ditemui di kantornya, Selasa, 31 Maret 2026.

Menurutnya, lonjakan permintaan menjadi salah satu penyebab utama, terutama karena kebutuhan telur meningkat tajam untuk memenuhi distribusi program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah.

“Permintaan tinggi dari program makan bergizi itu mendorong harga telur naik, dan pengaruhnya masih terasa sampai setelah Lebaran,” tambahnya.

Berbeda dengan telur, sejumlah komoditas lain seperti minyak goreng, beras, bawang putih, serta sayuran dilaporkan justru mengalami penurunan harga di berbagai pasar tradisional di Sulbar.

Masriadi menegaskan Koperindag Sulbar terus memantau pergerakan harga dan stok melalui data harian, serta siap berkoordinasi dengan instansi terkait untuk intervensi kebijakan jika kenaikan harga telur dinilai berpotensi memicu inflasi yang lebih tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....