Bau Peapi, Hidangan Legendaris Masyarakat Mandar yang kaya rempah dan cita rasa
- 14 Jul 2026 15:29 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju – Sulawesi Barat memiliki beragam kuliner tradisional yang menjadi kebanggaan masyarakatnya. Salah satu hidangan yang paling dikenal adalah Bau Peapi, masakan ikan berkuah kuning khas suku Mandar yang menawarkan cita rasa gurih, segar, dan kaya akan rempah-rempah.
Dalam bahasa Mandar, "bau" berarti ikan, sedangkan "peapi" merujuk pada proses memasak dengan kuah berbumbu. Hidangan ini umumnya menggunakan ikan laut segar, seperti ikan tuna, cakalang, kakap, atau kembung, yang dimasak dengan aneka rempah pilihan hingga menghasilkan kuah berwarna kuning yang khas.
Keunikan Bau Peapi terletak pada perpaduan bumbunya. Kunyit, bawang merah, bawang putih, serai, lengkuas, jahe, cabai, dan asam muda atau belimbing wuluh menjadi bahan utama yang menciptakan rasa gurih sekaligus segar. Aroma rempah yang kuat berpadu dengan cita rasa ikan laut yang alami menjadikan hidangan ini digemari oleh masyarakat lokal maupun wisatawan.
Sebagai daerah pesisir, masyarakat Mandar telah lama mengandalkan hasil laut sebagai sumber pangan utama. Bau Peapi menjadi salah satu menu yang hampir selalu hadir di meja makan keluarga, terutama ketika hasil tangkapan ikan sedang melimpah. Hidangan ini biasanya disajikan bersama nasi hangat, jepa, atau aneka sambal khas Mandar.
Selain memiliki cita rasa yang lezat, Bau Peapi juga kaya akan kandungan gizi. Ikan laut merupakan sumber protein berkualitas tinggi serta mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung dan fungsi otak. Sementara itu, rempah-rempah yang digunakan memiliki kandungan antioksidan dan senyawa alami yang bermanfaat bagi daya tahan tubuh.
Kini, Bau Peapi tidak hanya dapat dinikmati di rumah-rumah masyarakat Mandar, tetapi juga menjadi menu andalan di berbagai rumah makan dan sentra kuliner di Sulawesi Barat. Hidangan ini sering diperkenalkan dalam festival kuliner dan kegiatan promosi pariwisata sebagai salah satu ikon gastronomi daerah.
Pelestarian Bau Peapi menjadi bagian dari upaya menjaga warisan kuliner Nusantara. Dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal dan resep yang diwariskan secara turun-temurun, masyarakat Mandar terus mempertahankan keaslian cita rasa hidangan ini di tengah berkembangnya berbagai kuliner modern.
Sebagai salah satu kekayaan kuliner Indonesia, Bau Peapi tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga mencerminkan budaya maritim dan kearifan lokal masyarakat Mandar. Melalui promosi yang berkelanjutan, hidangan ini diharapkan semakin dikenal luas dan menjadi daya tarik wisata kuliner Sulawesi Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....