Aneka Macam Nasi Goreng Rumahan yang Selalu Dirindukan

  • 08 Apr 2026 09:08 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju – Di banyak rumah di Indonesia, nasi goreng bukan sekadar menu praktis dari sisa nasi semalam, tetapi juga sebagai makanan nostalgia yang memiliki kenangan dan cita rasa racikan bumbu penuh cinta dari tangan seorang ibu.

Di setiap daerah, nasi goreng rumahan hadir dengan cerita dan cita rasa yang berbeda. Tidak ada resep baku dan takaran yang pasti, masing-masing rumah dan daerah memiliki selera yang menjadi ciri khas tersendiri. Di wilayah Jawa, nasi goreng rumahan kerap memiliki sentuhan manis dari kecap yang lebih dominan. Warnanya cokelat keemasan, dengan aroma tumisan bawang merah dan bawang putih dilengkapi dengan lauk sederhana, seperti telur dadar yang diiris tipis dan kerupuk sebagai pelengkap.

Selain nasi goreng yang identik berwarna cokelat, masyarakat di beberapa wilayah Pulau Jawa juga familiar dengan nasi goreng kunyit. Berbeda dari nasi goreng biasanya, nasi goreng yang satu ini menggunakan bumbu halus bawang merah, bawang putih, cabai merah dan sedikit irisan kunyit yang dihaluskan bersama, lalu kemudian ditumis hingga harum dan dimasak bersama dengan nasi putih. Sebagian masyarakat juga menambahkannya dengan irisan daun mengkudu yang menambah lezat cita rasa nasi goreng rumahan ini.

Beranjak ke Sumatera, rasa nasi goreng berubah menjadi lebih kuat dan berani. Bumbu rempah terasa lebih tajam, dipadukan dengan cita rasa cabai yang pedas. Di beberapa rumah, nasi goreng bahkan dimasak dengan tambahan lauk seperti ayam suwir atau ikan, sehingga menjadikannya lebih kaya rasa dan mengenyangkan.

Sementara itu, di kawasan pesisir termasuk di Sulawesi, nasi goreng rumahan sering kali memanfaatkan hasil laut sebagai bahan utama, seperti ikan asin teri ataupun ikan suwir. Tak jarang nasi putih yang digoreng tanpa kecap dengan telur orak-arik, serta tambahan irisan bawang merah dan bawang putih juga menjadi hidangan sederhana yang menggugah selera dan dirindukan di rumah masyarakat Sulawesi.

Sementara itu, di beberapa daerah lain, kreativitas ibu-ibu di dapur melahirkan variasi yang tak kalah unik. Ada yang menambahkan sayuran segar, ada pula yang mencampurkan sisa lauk dari hari sebelumnya. Semua diolah dengan sederhana, namun selalu berhasil menghadirkan rasa yang pas.

Bagi para perantau, nasi goreng rumahan sering kali menjadi simbol kerinduan. Di tengah kesibukan kota atau jauhnya jarak dari keluarga, sepiring nasi goreng sederhana bisa membawa ingatan pulang pada dapur kecil, suara wajan yang beradu, dan sosok ibu yang memasak tanpa banyak kata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....