Kenapa Tidak Dianjurkan Tidur Sore Menurut Islam?

  • 24 Mei 2026 07:32 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Tidur sore di jam 3-5 sore memang nikmat, tapi dalam Islam ada adab tidur yang diajarkan Nabi ﷺ dan para ulama. Tidur di waktu tertentu dianggap makruh atau tidak dianjurkan karena dampaknya ke ibadah, kesehatan, dan keberkahan rezeki.

Bukan berarti haram mutlak. Tapi sebagai muslim, baiknya kita tahu ilmunya biar bisa pilih yang lebih maslahat.

1. Waktu yang Tidak Dianjurkan untuk Tidur

Ulama membagi waktu tidur yang makruh jadi 3:

1. Tidur Setelah Shalat Subuh Sampai Matahari Terbit

Waktu ini disebut waktu turunnya rezeki dan keberkahan. Nabi ﷺ mendoakan umatnya yang bangun pagi.

Dalilnya:

“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu pagi mereka.”

HR. Abu Dawud no. 2606, Tirmidzi no. 1212, Ibnu Majah no. 2236. Hadits hasan sahih

Imam Ibnu Qayyim rahimahullah bilang: Tidur setelah Subuh itu menghilangkan keberkahan umur dan rezeki. Karena waktu itu untuk zikir, ibadah, dan cari nafkah.

2. Tidur Setelah Shalat Asar Sampai Maghrib

Ini yang sering disebut “tidur sore”. Banyak riwayat dan ucapan ulama yang tidak menganjurkannya.

Dalil dari atsar sahabat:

Dari Urwah bin Zubair, ia berkata: “Aku pernah mendengar Aisyah radhiyallahu ‘anha mencela orang yang tidur setelah Asar dan berkata: ‘Jangan kamu tidur, karena bisa mengganggu akalmu’”

Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman 7/4886

Imam Adz-Dzahabi juga menukil perkataan bahwa tidur setelah Asar bisa menyebabkan gila, sakit, atau akal jadi lemah. Walau sanadnya diperdebatkan ulama, para ulama tetap menasihati untuk hindari tidur di waktu ini.

Alasan makruhnya menurut ulama:

  1. Waktu Asar sampai Maghrib adalah waktu zikir sore al-matsurat dan menunggu shalat Maghrib.
  2. Tidur di waktu ini bikin badan groggy, kepala pusing, dan malas ibadah malam.
  3. Bisa bikin kesiangan shalat Maghrib.

3. Tidur Sebelum Shalat Isya

Nabi ﷺ membenci tidur sebelum Isya dan ngobrol setelah Isya tanpa keperluan.

Dalilnya:

“Nabi ﷺ membenci tidur sebelum shalat Isya dan berbincang-bincang setelahnya.”

HR. Bukhari no. 568, Muslim no. 647

Hikmahnya biar nggak kesiangan shalat Isya dan bangun sepertiga malam terakhir untuk tahajud.

2. Hikmah di Balik Larangan Tidur Sore

Ulama menjelaskan, larangan ini bukan tanpa alasan. Ada 3 hikmah besar:

1. Menjaga Ibadah

Waktu Asar-Maghrib itu waktu yang sangat dianjurkan untuk zikir, istighfar, dan doa. Nabi ﷺ bersabda waktu antara Asar-Maghrib di hari Jumat mustajab untuk berdoa. Kalau tidur, waktu emas itu hilang.

2. Menjaga Kesehatan

Imam Ibnu Qayyim dalam kitab Zadul Ma’ad 4/219 menjelaskan: Tidur setelah Asar bisa merusak warna kulit, mengubah tabiat, dan melemahkan pencernaan. Tidur sore bikin badan groggy karena gampang masuk fase tidur dalam.

Secara medis modern juga sama: tidur sore >30 menit bikin sleep inertia dan ganggu ritme sirkadian.

3. Menjaga Keberkahan Waktu dan Rezeki

Sore hari adalah waktu manusia menyelesaikan pekerjaan dan mencari rezeki halal. Tidur di waktu ini = menyia-nyiakan waktu produktif. Imam Syafi’i rahimahullah bahkan berkata: “Aku tidak suka tidur di antara waktu Maghrib dan Isya.”

3. Lalu Bagaimana Kalau Memang Ngantuk Berat?

Islam itu agama yang mudah. Larangan tidur sore bukan berarti haram mutlak. Ulama membolehkan kalau ada kebutuhan.

Kondisi yang dibolehkan:

  1. Qailulah: Tidur siang sebentar sebelum Dzuhur. Ini sunnah Nabi ﷺ. Beliau bersabda: “Lakukanlah qailulah, karena setan tidak melakukan qailulah.” HR. Abu Nu’aim dalam Ath-Thibbun Nabawi. Qailulah 10-20 menit sebelum Dzuhur justru bantu ibadah malam jadi kuat.
  2. Udzur: Sakit, habis begadang, kerja shift malam, ibu menyusui. Tidur sore jadi kebutuhan buat jaga kesehatan. Islam mengutamakan menjaga badan.
  3. Tidak meninggalkan kewajiban: Kalau tidur sore bikin kesiangan Maghrib atau Isya, maka hukumnya jadi haram karena meninggalkan shalat.

Jadi kuncinya: lihat maslahat dan mudaratnya. Kalau tidur sore bikin ibadah berantakan dan badan rusak, tinggalkan. Kalau nggak tidur malah sakit, ya tidur secukupnya.

4. Tips Ganti Kebiasaan Tidur Sore Sesuai Sunnah

Biar nggak ngantuk berat jam 3 sore, ikuti adab tidur Nabi ﷺ:

  1. Biasakan Qailulah: Tidur 10-15 menit sebelum Dzuhur. Ini sunnah dan nggak ganggu tidur malam.
  2. Isi sore dengan zikir: Baca Al-Matsurat, istighfar, shalawat. Hati tenang, ngantuk hilang.
  3. Tidur malam lebih awal: Nabi ﷺ tidur setelah Isya dan bangun sepertiga malam. Kalau malam cukup, siang nggak gampang ngantuk.
  4. Jaga wudhu: Wudhu sebelum tidur sore kalau kepepet. Wudhu bikin badan lebih segar dan dijaga malaikat.

Kesimpulan

Menurut ajaran Islam dan para ulama, tidur sore setelah Asar sampai Maghrib tidak dianjurkan/makruh karena bisa menghilangkan keberkahan waktu, melemahkan akal dan badan, serta mengganggu ibadah.

Sumber utamanya: atsar dari Aisyah radhiyallahu ‘anha yang diriwayatkan Al-Baihaqi, perkataan Imam Ibnu Qayyim dalam Zadul Ma’ad, dan kaidah umum menjaga waktu ibadah.

Tapi Islam juga fleksibel. Kalau memang darurat, sakit, atau butuh power nap sebentar, silakan. Yang penting jangan sampai melalaikan shalat dan zikir.

Wallahu a’lam bishawab.

Kamu biasanya tidur sore karena kerja shift atau emang kebiasaan habis makan siang?

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....