Prediabetes: Alarm Awal Tubuh yang Sering Tidak Disadari
- 01 Jun 2026 09:18 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Prediabetes menjadi kondisi yang kini semakin sering ditemukan, terutama pada masyarakat dengan pola hidup kurang aktif dan pola makan tidak teratur.
Meski belum masuk kategori diabetes, kondisi ini menjadi tanda bahwa kadar gula darah mulai berada di atas normal dan perlu mendapat perhatian serius.
Menurut penjelasan dr. Bobby melalui unggahan media sosialnya, prediabetes adalah kondisi ketika kadar gula darah mulai lebih tinggi dari normal, namun belum mencapai tahap diabetes.
Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga banyak orang tidak menyadarinya hingga melakukan pemeriksaan kesehatan.
Berdasarkan nilai HbA1c, kondisi gula darah dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:
- Normal: kurang dari 5,7 persen
- Prediabetes: 5,7 persen hingga 6,4 persen
- Diabetes: 6,5 persen atau lebih
Karena gejalanya cenderung samar, banyak orang baru mengetahui dirinya mengalami prediabetes setelah menjalani tes laboratorium.
Padahal jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2 dan meningkatkan risiko komplikasi seperti penyakit jantung maupun stroke.
Selain menjaga pola makan, aktivitas fisik juga menjadi salah satu langkah penting untuk membantu mengendalikan gula darah.
Dalam unggahan lanjutan, dr. Bobby menjelaskan bahwa latihan beban memiliki banyak manfaat bagi penderita prediabetes maupun orang yang ingin menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Latihan beban disebut dapat meningkatkan sensitivitas insulin sehingga tubuh lebih efektif menggunakan gula darah sebagai sumber energi.
Tidak hanya itu, olahraga ini juga membantu menurunkan kadar gula darah, meningkatkan massa otot, menjaga berat badan dan lemak tubuh, hingga menurunkan risiko komplikasi diabetes.
Dr. Bobby menyarankan latihan dilakukan secara rutin sekitar dua hingga tiga kali dalam seminggu dengan durasi 30 hingga 60 menit setiap sesi.
Gerakan yang dilakukan juga tidak harus berat, cukup fokus pada latihan multi-otot seperti squat, push-up, lunges, atau angkat beban ringan sesuai kemampuan tubuh.
Semakin aktif otot bekerja, semakin banyak gula darah yang digunakan tubuh. Karena itu, latihan beban dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk membantu mengontrol gula darah secara alami.
Kabar baiknya, prediabetes masih bisa dicegah bahkan dikembalikan ke kondisi normal dengan perubahan gaya hidup yang konsisten.
Mulai dari rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, tidur cukup, mengurangi stres, hingga memperhatikan asupan makanan sehari-hari.
Deteksi dini menjadi langkah penting agar kondisi tidak berkembang menjadi diabetes. Pemeriksaan gula darah secara berkala, terutama bagi yang memiliki riwayat keluarga diabetes, berat badan berlebih atau pola hidup kurang aktif, sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan sejak awal.
Sumber : https://www.instagram.com/reel/DYx-sQlze6R/?igsh=MWtlaXd5OW9uc3Iy
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....