Media Sosial Ancam Kesehatan Mental Generasi Digital
- 03 Feb 2026 22:47 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju – Penggunaan media sosial berlebihan memicu lonjakan masalah kesehatan mental di Indonesia, dengan rata-rata screen time enam jam per hari sudah dikategorikan sebagai adiksi tingkat sedang yang memerlukan penanganan serius.
Psikolog klinis dari Rumah Berlindung Palembang, Aisyah Safira menyebut ritme hidup serba cepat dan bombardir informasi tanpa henti menjadi pemicu utama. Era digital membuat masyarakat mudah mengakses berita negatif dari seluruh dunia, memicu kecemasan, stres, hingga burnout yang mengganggu fungsi harian.
"Teknologi dan informasi yang sangat cepat membuat kita menerima informasi tanpa henti. Di sosial media, besar sekali kemungkinan kita membandingkan diri dengan orang lain, ada ekspektasi sosial di sana," ujar Aisyah dalam siaran Ngobras RRI Mamuju, Selasa, 3 Februari 2026.
Fenomena perbandingan sosial di media sosial terbukti menurunkan kesejahteraan psikologis masyarakat secara signifikan.
Aisyah menambahkan kebiasaan melihat konten kehidupan sempurna orang lain membuat individu merasa tidak cukup, meski sebenarnya tidak ada masalah nyata dalam kehidupan mereka sendiri saat itu.
"Dari yang awalnya senang, bersyukur, ceria, tiba-tiba mood jadi menurun. Padahal tidak terjadi apa-apa di kehidupan dia, cuman ada di pikirannya sendiri pada saat itu," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan konsumsi konten pendek seperti TikTok dan Reels juga menurunkan kemampuan fokus atau attention span drastis. Bahkan orang dewasa kini kesulitan mempertahankan konsentrasi karena otak terbiasa dengan stimulasi cepat berdurasi 30 detik hingga satu menit yang terus berganti tanpa jeda.
Aisyah menyarankan masyarakat mengenali tanda awal pikiran kewalahan seperti kesulitan fokus, mudah marah, gangguan tidur, dan menurunnya motivasi.
“Batasi screen time maksimal dua hingga empat jam per hari dan aktifkan mode fokus saat bekerja untuk menjaga kesehatan mental tetap stabil,” tambahnya.
Ketika gejala mulai mengganggu fungsi sehari-hari dan kualitas hidup menurun nyata, segera konsultasi dengan psikolog atau tenaga profesional. Rumah Berlindung yang berbasis di Palembang telah menyediakan layanan konseling dan assessment, bahkan pernah memberikan layanan gratis melalui program Pojok Bercerita pada Hari Kesehatan Mental Sedunia lalu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....