Kakanwil Kemenhaj Sulbar: Maulid Jangan Sampai Tidak Berdampak
- 12 Sep 2026 22:33 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Kantor Perwakilan Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Barat menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memperingati hari lahir Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Sabtu, 12 September 2026, di Aula Kantor Kemenhaj Sulawesi Barat.
Mengangkat tema "Menebar dan Meneladani Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam: Menebar Kasih, Beradab, dan Berintegritas dalam Pengabdian", kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Barat, Ahmad Barambangy.
Dalam sambutannya, Ahmad Barambangy menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak boleh berhenti pada seremoni belaka, melainkan harus memberi dampak nyata bagi umat.
"Ini peringatan Maulid, apa dampaknya, setelah kita Maulid ini jangan sampai tidak berdampak, karena target dan tujuan utama kita adalah berdampak," ujar Ahmad Barambangy.
Ia menjelaskan bahwa peringatan malam itu memiliki makna ganda, yakni mengenang hari lahir Rasulullah Muhammad SAW yang jatuh pada tahun 571 Masehi atau 1455 tahun lalu, sekaligus memperingati hari lahir Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia yang dibentuk pada 8 September 2025.
Ahmad Barambangy juga menyampaikan kebanggaannya atas keberadaan Kementerian Haji dan Umrah RI yang disebutnya sebagai satu-satunya kementerian serupa di dunia selain yang dimiliki Arab Saudi. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah Arab Saudi telah memberikan lahan seluas 84 hektare, berjarak sekitar dua kilometer dari Masjidil Haram, untuk pembangunan Kampung Haji Indonesia.
"Ini semua akan menurunkan biaya haji. Diberikan lokasi tanah untuk membangun Kampung Haji di Arab Saudi seluas 84 hektare, jaraknya hanya dua kilometer dari Masjidil Haram. Targetnya, insya Allah tahun depan sudah di sana kita tinggal hotel, salat, makan dan minum," jelas Ahmad Barambangy.
Ia memaparkan, total biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun ini naik menjadi sekitar Rp107 juta dari sebelumnya Rp90 juta akibat kenaikan biaya akomodasi, tiket pesawat, dan konsumsi. Namun, beban biaya yang harus dibayar langsung oleh jemaah diusulkan turun dari Rp55 juta menjadi sekitar Rp42 juta, menyusul usulan pemerintah kepada DPR RI yang saat ini masih menunggu keputusan.
Kegiatan tersebut turut diisi tausiah oleh Prof. Dr. H. Andi Syamsul Bahri A. Galigo, yang juga menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Darud Da'wah wal Irsyad (DDI), serta dihadiri jajaran Pemprov Sulawesi Barat, pimpinan OPD, instansi vertikal, dan tokoh agama serta masyarakat se-Sulawesi Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....