Kanwil Kemenag Sulbar, Adnan Nota Tekankan Komitmen Cegah Gratifikasi
- 28 Jul 2026 08:28 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Kepala Kanwil Kemenag Sulbar, H. Adnan Nota menegaskan komitmen dan keteladanan pimpinan menjadi kunci mencegah gratifikasi. Penegasan itu disampaikan saat penetapan Unit Pengendalian Gratifikasi dan Sosialisasi WBS yang diikuti seluruh ASN, Senin 27 Juli 2026.
"Pengendalian gratifikasi dan konflik kepentingan dalam sebuah lembaga sangat dibutuhkan, apalagi kantor kita berkomitmen menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani," ujarnya.
Adnan menyebut WBS menjadi instrumen penting untuk mencegah berbagai pelanggaran dalam upaya mewujudkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
"Sekali kita berbicara tentang bebas korupsi, maka Whistle Blowing System menjadi salah satu instrumen penting agar berbagai pelanggaran tidak terjadi," jelasnya.
Ia menilai komitmen itu harus lahir dari niat yang kuat dan diwujudkan melalui tindakan nyata seluruh pimpinan serta ASN di satuan kerja.
"Kalau ini kita laksanakan dengan baik dan dilandasi niat yang kuat, maka insya Allah praktik gratifikasi akan hilang dari kantor kita," tambahnya.
Adnan menekankan pengendalian gratifikasi tidak boleh berhenti pada sosialisasi, melainkan harus dijalankan konsisten dengan penguatan administrasi dan penegakan aturan.
"Pimpinan bukan sekadar berkomitmen, tetapi harus menjadi penggerak utama pengendalian secara berkelanjutan," pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Kemenag Sulbar berharap ASN semakin memahami pentingnya pengendalian gratifikasi, benturan kepentingan, dan optimalisasi WBS untuk birokrasi bersih dan berintegritas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....