Ikuti Pelatihan dari Tiktok, Kemenkum Sulbar Optimalkan Pengelolaan Media Sosial
- 30 Jun 2026 21:22 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kakanwil Kemenkum) Sulawesi Barat, Saefur Rochim, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi aparatur di bidang kehumasan menjadi bagian penting dalam memperkuat komunikasi publik di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul partisipasi Tim Humas Kanwil Kemenkum Sulbar dalam kegiatan Pembinaan Kehumasan Kementerian Hukum bertema "Membangun Kepercayaan Publik Melalui Konten Video Pendek yang Edukatif dan Berdampak".
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Biro Hukum, Komunikasi Publik, dan Kerja Sama Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum bekerja sama dengan TikTok Indonesia secara daring pada Selasa, 30 Juni 2026.
Menurut Saefur, humas pemerintah harus mampu menghadirkan informasi yang kreatif, edukatif, dan mudah dipahami sehingga layanan hukum dapat tersampaikan secara efektif kepada masyarakat tanpa mengesampingkan integritas dan profesionalisme lembaga.
Saefur Rochim berharap materi dan wawasan yang diperoleh selama pembinaan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas kehumasan di Kanwil Kemenkum Sulbar sehingga penyampaian informasi kepada masyarakat mampu menjangkau lebih banyak kalangan.
"Kami ingin setiap informasi mengenai layanan hukum yang disampaikan Kanwil Kemenkum Sulbar tidak hanya akurat, tetapi juga dikemas secara menarik, mudah dipahami, dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi. Karena itu, pengembangan kapasitas insan humas harus terus dilakukan agar mampu beradaptasi dengan dinamika media digital," ujar Saefur Rochim.
Pada sesi pembinaan, Ronald Lumbuun menjelaskan pentingnya pengelolaan media sosial pemerintah, khususnya TikTok, sebagai sarana membangun kepercayaan publik.
Menurutnya, konten yang dipublikasikan harus mampu memberikan informasi yang akurat, bersifat edukatif, mudah dipahami masyarakat, sekaligus mengikuti perkembangan tren digital tanpa menghilangkan karakter profesional lembaga pemerintah.
Melalui pembinaan tersebut, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pemanfaatan berbagai fitur TikTok sebagai media komunikasi pemerintah, strategi meningkatkan efektivitas penyebaran informasi publik, serta teknik memahami karakteristik audiens guna menyusun konten yang lebih tepat sasaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....