Narkoba Jenis ekstasi di Polman ternyata Dikirim dari Jambi
- 08 Jun 2026 19:41 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju — Jalur peredaran gelap narkotika lintas pulau kembali terkuak. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Barat mengungkap bahwa ribuan butir pil ekstasi atau ineks yang berhasil digagalkan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) berasal dari Provinsi Jambi.
Peredaran antarpulau ini terendus setelah petugas melakukan operasi di salah satu kantor jasa pengiriman barang (J&T) di Polewali Mandar pada Jumat, 29 Mei 2026. Dalam operasi tersebut, petugas membekuk seorang pria berinisial S yang kedapatan menguasai paket kiriman berisi 1.400 butir ekstasi.
Plt Kabid Berantas BNNP Sulbar, Anto Junardi, mengonfirmasi bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, barang haram tersebut dikirim dari luar Pulau Sulawesi.
"Kalau asal barang itu, yaitu dari Provinsi Jambi," ungkap Anto kepada RRI, Senin 8 Juni 2026.
Pemanfaatan jasa pengiriman barang diduga menjadi modus pelaku untuk mengelabui petugas dari wilayah asal pengiriman di Sumatra hingga tiba di Sulawesi Barat.
Meski dikirim dari jarak jauh, BNNP Sulbar berhasil mengidentifikasi dan menghadang barang tersebut tepat saat tersangka S hendak mengambilnya sekitar pukul 08.40 WITA.
Berikut adalah rincian barang bukti yang dikirim dari Jambi tersebut yakini 1.400 butir pil ekstasi/ineks. Dengan berat Neto 467,3443 gram hal ini berdasarkan hasil uji laboratorium narkotika di Badoka dengan nilai ekonomi ditaksir mencapai kisaran Rp800 juta hampir Rp1 miliar.
Masuknya narkoba dalam jumlah besar dari luar daerah ini memicu alarm kewaspadaan bagi otoritas setempat. Menanggapi realita bahwa Sulbar kini menjadi tujuan pasar narkoba lintas pulau, Anto Junardi mengimbau keras seluruh lapisan masyarakat untuk memperketat benteng pertahanan terkecil, yaitu keluarga.
"Pesan saya untuk seluruh warga masyarakat Sulbar, agar menjaga keluarganya. Jangan sampai keluarga kita terlibat dalam peredaran gelap maupun penyalahgunaan narkotika," tegas Anto.
Saat ini, pihak BNNP Sulbar masih terus mendalami jaringan yang menghubungkan pengirim di Jambi dengan penerima di Polewali Mandar guna memutus rantai peredaran tersebut secara total.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....