BPS Sulbar: Hasil Sensus Ekonomi Jadi Peta Kekuatan Ekonomi dan Penguatan UMKM

  • 11 Agt 2026 14:22 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Hasil Sensus Ekonomi dinilai dapat menjadi peta penting bagi pemerintah dalam membaca kekuatan ekonomi sekaligus menentukan kebijakan pengembangan usaha dan perekonomian daerah.

Kepala BPS Sulawesi Barat, Suri Handayani, mengatakan data Sensus Ekonomi tidak hanya menggambarkan jumlah dan struktur kegiatan ekonomi, tetapi juga dapat menjadi dasar untuk menentukan bentuk intervensi yang tepat bagi pelaku usaha, khususnya UMKM.

“Jadi hasil data Sensus Ekonomi itu bisa menjadi peta yang sangat apik jika diramu untuk meningkatkan usaha dan juga meningkatkan perekonomian daerah, bahkan nasional,” ujar Suri Handayani, saat menjadi narasumber di dialog RRI Mamuju, Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurutnya, pemanfaatan data tersebut juga berkaitan erat dengan ketahanan pangan hingga ketahanan bangsa. Sebab, suatu negara perlu mengetahui secara jelas potensi dan kekuatan ekonomi yang dimilikinya.

“Itu penting sekali juga untuk ketahanan pangan. Dan ini nanti akan meluas lagi ketahanan bangsa,” katanya.

Suri menegaskan, ketidakmampuan suatu negara memahami kekuatan ekonominya dapat menjadi risiko dalam menentukan arah pembangunan.

“Ketika suatu bangsa tidak memahami kekuatannya tentu itu menjadi hal yang sangat riskan sekali,” ujarnya.

Melalui Sensus Ekonomi, lanjut Suri, pemerintah dapat memperoleh gambaran mengenai kekuatan, struktur, hingga peta ekonomi masyarakat. Data tersebut juga dapat digunakan untuk melihat karakteristik pelaku usaha berdasarkan lapisan sosial ekonomi.

“Melalui Sensus Ekonomi ini, negara kita bisa mendapat informasi tentang kekuatan ekonomi kita, struktur dan peta ekonomi kita,” jelasnya.

Menurut Suri, pemetaan tersebut memungkinkan pemerintah menentukan kebutuhan pelaku UMKM secara lebih spesifik. Misalnya, apakah suatu kelompok usaha membutuhkan bantuan peralatan, peningkatan keterampilan, edukasi, atau pelatihan dan kursus.

“Misalnya lapisan kelas mana saja, di desil mana saja, itu UMKM-nya apa, perlu dibantu apa, apakah perlu dibantu peralatan, apakah mungkin perlu dibantunya adalah edukasi, kursus-kursus misalnya,” katanya.

Dengan demikian, hasil Sensus Ekonomi diharapkan tidak berhenti sebagai data statistik, tetapi dapat diolah menjadi dasar kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk memperkuat UMKM, meningkatkan perekonomian daerah, serta mendukung ketahanan ekonomi nasional.

“Jadi nanti mapping-nya bisa dari sana,” pungkas Suri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....