Kenaikan Pendapatan dan Belanja APBN Dorong Ekonomi Sulbar
- 26 Mei 2026 18:34 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Kenaikan pendapatan dan belanja Anggaran di Sulawesi Barat dinilai memberikan kontribusi signifikan terhadap pergerakan ekonomi daerah. Kondisi ini mencerminkan adanya keterkaitan erat antara peningkatan penerimaan negara dan belanja pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Barat, Syakran Rudy, mengatakan peningkatan pendapatan dan belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja negara (APBN) merupakan indikator positif yang menunjukkan roda perekonomian daerah terus bergerak.
“Kalau dilihat belanja dan pendapatannya naik, tentu itu mempunyai kontribusi pada pergerakan perkembangan ekonomi. Kalau pendapatannya naik, tentu bisa membiayai ekonomi bergerak dari sisi belanja,” ujar Syakran Rudy, saat diwawancara di Gedung Keuangan Negara, Selasa, 26 Mei 2026.
Ia menjelaskan, kenaikan pendapatan negara tidak dapat berdiri sendiri tanpa diikuti peningkatan belanja. Menurutnya, ketika penerimaan negara meningkat, maka belanja pemerintah juga akan bertambah untuk mendukung pembiayaan berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.
“Tidak boleh pendapatan itu naik sendiri, pasti nanti belanjanya naik karena sumbernya ada. Ketika belanja naik, maka fasilitas layanan publik kepada masyarakat juga meningkat,” katanya.
Syakran menambahkan, indikator pertumbuhan ekonomi tidak hanya dilihat dari sisi pendapatan dan belanja pemerintah pusat, tetapi juga harus memperhatikan kinerja pemerintah daerah.
“Bukan hanya government pendapatan atau government belanja, tetapi ada juga local government atau pemerintah daerah. Baik pendapatan maupun belanjanya, itu turut memengaruhi konsumsi dan investasi masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya tata kelola fiskal yang baik untuk memastikan seluruh pendapatan dan belanja negara berjalan efektif dan mampu menutup potensi kebocoran anggaran.
“Yang paling penting adalah tata kelola yang baik, menutup celah kebocoran. Itu punya kontribusi besar terhadap efektivitas pembangunan,” tegasnya.
Menurut Syakran, sinergi antara peningkatan pendapatan, optimalisasi belanja, serta tata kelola yang akuntabel menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mempercepat pembangunan di Sulawesi Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....