Belanja Negara di Sulbar Tembus Rp3,62 Triliun, Tumbuh 4,22 Persen hingga Periode Mei

  • 30 Jun 2026 12:25 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju – Realisasi Belanja Negara di Provinsi Sulawesi Barat hingga 31 Mei 2026 mencapai Rp3.618,88 miliar atau 41,38 persen dari total pagu Rp8.745,85 miliar. Capaian tersebut juga mencatatkan pertumbuhan 4,22 persen secara tahunan (year on year/yoy), mencerminkan tetap terjaganya peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam mendorong aktivitas ekonomi dan pelayanan publik di daerah.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Barat, Syakran Rudy, mengatakan realisasi belanja tersebut berasal dari dua komponen utama, yakni Belanja Pemerintah Pusat (BPP) dan Transfer ke Daerah (TKD).

"Belanja Negara di Provinsi Sulawesi Barat sampai dengan 31 Mei 2026 terealisasi sebesar Rp3.618,88 miliar atau 41,38 persen dari pagu sebesar Rp8.745,85 miliar dan tumbuh sebesar 4,22 persen secara tahunan. Kinerja tersebut ditopang oleh Belanja Pemerintah Pusat yang terealisasi sebesar Rp1.215,19 miliar atau 34,44 persen dari pagu, serta Transfer ke Daerah sebesar Rp2.403,69 miliar atau 46,07 persen dari pagunya," ujar Syakran, dalam rilis media briefing yang di gelar di Gedung Keuangan Negara (GKN) Mamuju, Senin, 29 Juni 2026.

Ia menjelaskan, kinerja Belanja Pemerintah Pusat menunjukkan tren yang positif dengan pertumbuhan 24,87 persen (yoy). Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta belanja modal.

Pada komponen belanja pegawai, realisasi meningkat 29,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kontribusi terbesar berasal dari Kementerian Agama sebesar Rp233,36 miliar dan Polri sebesar Rp146,42 miliar, seiring pembayaran gaji, tunjangan, dan kebutuhan operasional aparatur.

"Sementara itu, belanja barang dan jasa tumbuh 19,50 persen, dengan kontribusi terbesar berasal dari Polri sebesar Rp80,52 miliar dan Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp78,29 miliar. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya pelaksanaan program pemerintah dan kebutuhan operasional berbagai instansi," jelasnya.

Di sisi lain, belanja modal juga mengalami pertumbuhan 19,04 persen. Realisasi belanja ini didominasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp119,69 miliar serta Kementerian Perhubungan sebesar Rp27,30 miliar, yang diarahkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan peningkatan konektivitas di Sulawesi Barat.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

Syakran menegaskan, tren positif realisasi belanja negara diharapkan terus menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah melalui percepatan pelaksanaan program pemerintah, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kualitas layanan publik di Sulawesi Barat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....